Jumat, 19 Jun 2026 19:24 WIB

Belasan Mahasiswa Ditantang Jadi Arsitek Inovasi Green Port

15 mahasiswa terpilih dari Untan dan UM Pontianak jadi 'Agen Inovasi' di Terminal Kijing melalui program TJSL PTP EduPort: Magang Berkarya dan Inovasi Bersama. (Foto: PTP Nonpetikemas)
15 mahasiswa terpilih dari Untan dan UM Pontianak jadi 'Agen Inovasi' di Terminal Kijing melalui program TJSL PTP EduPort: Magang Berkarya dan Inovasi Bersama. (Foto: PTP Nonpetikemas)

jatimnow.com - PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP Nonpetikemas) meluncurkan sebuah terobosan dalam program tanggung jawab sosial perusahaan. Bukan sekadar magang biasa, 15 mahasiswa terpilih dari Universitas Tanjungpura (Untan) dan Universitas Muhammadiyah Pontianak (UM Pontianak) secara resmi dilantik sebagai 'Agen Inovasi' di Terminal Kijing melalui program TJSL PTP EduPort: Magang Berkarya dan Inovasi Bersama.

Program yang dimulai pada Senin (6/10) di Pontianak ini secara unik memadukan mahasiswa dari disiplin ilmu yang beragam, mulai dari teknik industri, teknik kelautan, manajemen, hingga kesehatan masyarakat untuk menjawab tantangan operasional pelabuhan modern.

Baca Juga: Karyawan BPJS Ketenagakerjaan Sidoarjo Gotong Royong Tanam Pucuk Merah

Selama satu bulan penuh, fokus mereka adalah merancang dan mengimplementasikan solusi nyata di lima area kunci: produktivitas bongkar muat (curah cair, curah kering, dan general cargo), peningkatan keselamatan (HSSE), hingga perwujudan konsep green port atau pelabuhan hijau.

Direktur Utama PTP Nonpetikemas, Indra Hidayat Sani, menjelaskan bahwa program ini adalah wujud nyata dari konsep Creating Shared Value (CSV), yang bertujuan menyelaraskan kebutuhan bisnis dengan pengembangan masyarakat lokal.

"Program TJSL EduPort ini melampaui program magang biasa. Ini adalah komitmen kami untuk pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) lokal dan memastikan Terminal Kijing, sebagai Proyek Strategis Nasional, tidak hanya berfungsi sebagai hub logistik tetapi juga sebagai laboratorium inovasi," tegas Indra Hidayat Sani.

Ia juga mengungkap peran strategis Terminal Kijing dalam mendukung agenda nasional, khususnya hilirisasi industri.

"Terminal ini akan menopang logistik untuk Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR). Selama ini, Indonesia masih mengimpor bahan baku aluminium. Dengan SGAR dan dukungan dari Kijing, kita secara langsung memperkuat kemandirian industri dan mendongkrak perekonomian Kalimantan Barat," tambahnya.

Inisiatif PTP Nonpetikemas disambut antusias oleh akademisi. Wakil Dekan Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura, Yopa Eka Prawatya, melihat program ini sebagai lompatan besar dalam sistem pembelajaran.

Baca Juga: Terminal Kijing Mempawah Mulai Operasikan Layanan Petikemas

“Kami memandang ini bukan sekadar magang. Ini adalah jembatan strategis yang dinamis antara teori dan praktik. Mahasiswa tidak hanya mengaplikasikan ilmu, tetapi didorong menjadi problem solver dan future talent yang mampu berpikir sistemik dan bekerja kolaboratif di lingkungan industri yang sesungguhnya,” ujar Dr. Yopa.

Sementara itu, Wakil Rektor Universitas Muhammadiyah Pontianak, Samsudin, berharap agar program ini menjadi berkelanjutan.

"Mahasiswa kami mendapatkan manfaat yang luas, bisa langsung terjun ke lapangan, dan memahami lebih dalam seluk-beluk operasi pelabuhan yang kompleks. Pengalaman ini adalah kurikulum terbaik," katanya.

Mengingat lingkungan kerja yang berisiko, aspek keselamatan menjadi perhatian utama. Manager Keuangan & SDM Pelindo Regional 2 Pontianak, Arif Mustangin, yang mewakili General Manager, menyampaikan apresiasi sekaligus pesan penting kepada para peserta.

Baca Juga: 1.900 Petugas Sensus Ekonomi Surabaya Terlindungi BPJS Ketenagakerjaan

“Manfaatkan waktu yang singkat ini untuk berkontribusi melalui gagasan pengembangan Terminal Kijing. Namun, prioritas utama adalah keselamatan. Selalu koordinasi dengan tim HSSE dan pastikan Alat Pelindung Diri (APD) digunakan dengan disiplin saat beraktivitas di lapangan,” tegas Arif.

Antusiasme juga terasa di kalangan peserta. Indah Maharani, mahasiswa Teknik Industri Universitas Tanjungpura, mengungkapkan rasa syukurnya.

"Kami sangat antusias. Saya benar-benar bersyukur diberi kesempatan menjadi bagian dari program ini dan berharap ide-ide kami dapat memberi manfaat nyata bagi Terminal Kijing dan industri kepelabuhanan Indonesia," tuturnya.

Program TJSL PTP EduPort yang didukung fasilitas penuh, termasuk perlindungan kerja BPJS Ketenagakerjaan, akan berlangsung hingga awal November 2025. PTP Nonpetikemas berharap inisiatif ini akan melahirkan generasi muda Kalbar yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga siap menjadi katalis inovasi bagi pembangunan ekonomi daerah dan nasional.

Editor : Ni'am Kurniawan
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.