Sabtu, 20 Jun 2026 15:25 WIB

Puluhan Pelaku Kerusuhan Anak di Blitar Mendapat Sanksi Sosial

  • Penulis :
  • | Selasa, 07 Okt 2025 07:57 WIB
Foto: Pelaku kerusuhan anak saat membantu aktifitas di panti jompo. (Polres Blitar Kota/jatimnow.com)
Foto: Pelaku kerusuhan anak saat membantu aktifitas di panti jompo. (Polres Blitar Kota/jatimnow.com)

jatimnow.com-Polres Blitar Kota memberikan sanksi sosial terhadap 22 pelaku kerusuhan yang masih berusia dibawah umur. Selama satu bulan mereka diwajibkan membersihkan masjid di lingkungan Mapolres Blitar Kota. Selain itu setiap hari Minggu para anak ini juga dikirim untuk membantu di sebuah panti jompo di wilayah Srengat. Tak hanya membersihkan lingkungan panti jompo, mereka juga membantu aktifitas penghuninya.

Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Blitar Kota, Aiptu Diar Swastika mengatakan sanksi ini diberikan setelah para pelaku menjalani proses diversi. Proses tersebut dilakukan karena ancaman hukuman pidana atas perbuatan yang mereka lakukan dibawah 7 tahun. Sebagai bentuk sanksi, mereka diharuskan membersihkan tempat ibadah dan melakukan kerja sosial.

Baca Juga: Pelaku Begal Payudara di Kota Blitar Ditangkap Warga

"Sanksi ini diberlakukan mulai 28 September hingga 27 Oktober mendatang, setiap hari mulai sepulang sekolah mereka membersihkan Masjid di lingkup Mapolres Blitar Kota dan mengikuti kegiatan salat Magrib dan Isya berjamaah," ujarnya, Selasa (7/10/2025).

Sedangkan untuk sanksi kerja sosial dilakukan setiap hari Minggu. Mereka dikirim untuk membantu di pondok lansia Baitul Miftahul Jannah, Kecamatan Srengat. Para pelaku kerusuhan ini menebus kesalahan dengan cara berbakti kepada para lansia. Selama kegiatan berlangsung, mereka yang sebelumnya mungkin dikenal garang di jalanan, kini dengan telaten menyapu halaman, mengepel lantai, hingga membantu petugas panti merapikan ruangan para penghuni. Mereka juga membantu memotong kuku penghuni panti jompo ini.

Baca Juga: Kasus Pembunuhan Mertua di Blitar, Ini Motifnya

“Kami ingin memberikan efek jera tanpa harus menghukum secara keras. Dengan turun langsung membantu para lansia, diharapkan mereka belajar menghargai orang lain, berempati, dan bertanggung jawab atas perbuatannya,” tuturnya.

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Blitar Kota AKP Rudi Kuswoyo menyebutkan sanksi diversi itu diberikan sebagai pengganti hukuman pidana kurungan penjara. Hal ini karena para perusuh itu merupakan anak di bawah umur. kegiatan diversi sosial dan keagamaan dilakukan dengan pengawasan langsung oleh PPA Satreskrim Polres Blitar Kota.

Baca Juga: Menantu Perempuan Habisi Mertuanya di Blitar

"Yang jelas mereka diberikan sanksi diversi untuk memberikan efek jera terhadap aksi perusuhan yang mereka lakukan. Sanksi ini akan dilakukan selama sebulan penuh, apabila ada yang tidak mengikuti maka akan dianggap diversi gagal," pungkasnya.

Berdasarkan hasil penyidikan, mereka terlibat dalam persitiwa kerusuhan pada Minggu (31/8/2025) lalu. Dua pos polisi jadi sasaran perusakan dalam peristiwa tersebut. Dalam peristiwa tersebut mereka juga melakukan pengrusakan di Kantor DPRD Kabupaten Blitar. Sebanyak 15 CCTV di beberapa titik lokasi dan traffic light yang ada sekitar Mapolres Blitar Kota juga dirusak.

Editor : Bramanta
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.