Rabu, 17 Jun 2026 00:24 WIB

Tim SAR Deteksi 15 Korban di Reruntuhan Ponpes Al Khoziny Sidoarjo, 7 Masih Responsif

  • Penulis :
  • | Rabu, 01 Okt 2025 19:30 WIB
Kondisi reruntuhan Ponpes Al Khoziny Sidoarjo. (Foto: BPBD Jatim/jatimnow.com)
Kondisi reruntuhan Ponpes Al Khoziny Sidoarjo. (Foto: BPBD Jatim/jatimnow.com)

jatimnow.com – Tim gabungan pencarian dan pertolongan terus berupaya mengevakuasi korban reruntuhan Pondok Pesantren Al Khoziny di Buduran, Sidoarjo. Kasubdit Pengerahan dan Pengendalian Operasi (RPDO) Basarnas, Emi Freezer mengungkapkan bahwa tim telah mendeteksi 15 titik korban di bawah reruntuhan.

“Dari hasil deteksi, ada 8 korban terhimpit kolom bangunan. Dua di antaranya berada di sektor A1, dengan posisi bersebelahan. Salah satu masih responsif meski kondisinya terjepit, sedangkan satu lainnya dinyatakan ‘hitam’ atau tidak menunjukkan tanda kehidupan,” jelas Freezer dalam konferensi pers, pada Rabu (1/10/2025).

Baca Juga: Tim DVI Polda Jatim Tuntaskan Identifikasi Seluruh Korban Ponpes Al Khoziny Sidoarjo

Sisanya, lanjutnya, terdeteksi di ruangan sebelah yang terpisah oleh struktur bangunan. Dari total 15 korban, 7 masih memberi respons saat dilakukan komunikasi.

“Tadi pagi jumlah yang responsif berkurang menjadi 6 akibat dampak gempa (Sumenep) semalam. Artinya, tekanan beton semakin kuat sehingga pergerakan korban semakin terbatas,” ujarnya.

Emi menerangkan, proses evakuasi dilakukan dengan teknik tunneling atau pembuatan lorong sempit menuju titik korban. Diameter lubang yang digali hanya sekitar 70 cm dengan jarak 7 meter dari titik awal.

Baca Juga: Polisi Tetapkan Bangunan Al Khoziny dalam Status Quo, Masih Berbahaya

“Konstruksi ini sangat berisiko karena banyak kolom beton yang menopang reruntuhan. Satu getaran saja bisa memicu longsoran tambahan,” katanya.

Menurutnya, salah satu korban di sektor A1 sempat mampu menggerakkan kepala dan tangan sebelum gempa, namun setelahnya hanya bisa merasakan sakit pada bagian tubuh tertentu akibat kompresi semakin kuat.

“Ini menandakan aliran darah masih ada, sensorik masih berfungsi, artinya masih ada harapan untuk diselamatkan,” jelasnya.

Baca Juga: Polda Jatim Pastikan Penyelidikan Kasus Ponpes Al Khoziny Berbasis Keilmuan

Basarnas menegaskan bahwa klasifikasi kondisi korban di lapangan dibagi menjadi beberapa kategori Merah untuk korban yang masih responsif, Hitam untuk yang sudah tidak menunjukkan tanda kehidupan, sementara status medis lengkap akan ditentukan setelah korban berhasil dievakuasi melalui proses triase medis.

“Prinsipnya, setiap korban masih dianggap memiliki peluang hidup selama belum dievakuasi. Karena itu, operasi dilakukan dengan penuh kehati-hatian, meminimalkan risiko, dan berpacu dengan waktu emas,” pungkas Emi.

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.