Rabu, 17 Jun 2026 10:31 WIB

Harga Tembakau di Pasar Turun, Petani Pilih Timbun di Gudang

Petani mengecek jemuran tembakau
Petani mengecek jemuran tembakau

jatimnow.com - Petani tembakau di Desa Waung, Kecamatan Boyolangu, Kabupaten Tulungagung, mengeluhkan turunnya harga tembakau di pasaran.

Meskipun hasil panen tembakau saat ini bagus, namun permintaan pasar dan harga mengalami penurunan.

Baca Juga: Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

Kondisi ini membuat mereka harus pintar memutar otak atau mengatur strategi guna menghindari kerugian.

Sutikno, salah seorang petani tembakau mengatakan, musim kemarau panjang yang terjadi saat ini membuat kualitas hasil panen tembakau meningkat.

Bahkan dalam sepuluh tahun terakhir, hasil panen tahun ini merupakan yang terbaik.

“Kalau kualitas hasil panen tembakau tahun ini masuk masa keemasan atau bagus. Namun, ya itu tadi harga masih rendah dibandingkan dengan tahun lalu,” ujarnya, Senin (15/10/2018)

Sutikno menjelaskan, terdapat dua jenis tembakau hasil olahannya, yaitu tembakau warna kuning dan warna hitam.

Untuk saat ini harga tembakau warna kuning yang menggunakan gula masih berkutat dikisaran Rp 30-40 ribu per kilogramnya, dan untuk non gula harga dikisaran Rp 50-60 ribu per kilogramnya.

Sedangkan tembakau warna hitam, kini harga mencapai Rp 50-60 ribu per kilogramnya. Harga tembakau ditahun ini mengalami penurunan dibandingkan dengan tahun lalu.

Tahun 2017 lalu untuk tembakau warna kuning pakai gula harganya sekitar Rp 50-60 ribu/kilogram, dan yang non gula Rp 60-70 ribu/kilogramnya.

Baca Juga: Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

Untuk tembakau warna hitam dulu sekitar Rp 60-70 ribu/kilogram. “Untuk harga saat ini, masih dibilang minim, jika dibandingkan dengan biaya produksi dari mentah hingga jadi selalu naik setiap tahunnya. Ditambah lagi dengan upah buruh yang sebelum Rp 50 ribu per hari kini menjadi Rp 60 ribu per hari,” jelasnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh petani tembakau lain, Juwari. Menurutnya terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi turunnya harga tembakau saat ini.

Yang pertama, masih banyaknya stok tembakau tahun lalu di gudang para pengepul. Ditambah lesunya permintaan pasar.

“Petani bisa dibilang untung, jika harga tembakau minimal dikisaran Rp 45-50 ribu per kilogramnya, itu minim,” terangnya.

Untuk meminimalisir kerugian, Juwari maupun Sutikno, mereka melakukan strategi dengan cara menimbun tembakau yang siap dipasarkan untuk dijual lima hingga enam bulan kedepan, dengan melihat kondisi harga dipasaran.

Baca Juga: Asyik Nongkrong di Warung Kopi, Puluhan Pelajar di Tulungagung Terjaring Razia

“Kita timbun terlebih dahulu, nanti kita lihat harga di lima bulan kedepan, daripada dijual saat ini nantinya rugi,” pungkasnya.

 

 

 

 

Editor : Erwin Yohanes
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.