Sabtu, 20 Jun 2026 10:08 WIB

Sahabat Pustaka, Oase Literasi Fisik di Tengah Gempuran Digital

Komunitas Sahabat Pustaka, yang berbasis di Universitas Dr. Soetomo (Unitomo), Surabaya, secara konsisten mengajak mahasiswa lain untuk kembali menyentuh dan merasakan sensasi membaca buku fisik. (Foto: Ali Masduki/jatimnow.com)
Komunitas Sahabat Pustaka, yang berbasis di Universitas Dr. Soetomo (Unitomo), Surabaya, secara konsisten mengajak mahasiswa lain untuk kembali menyentuh dan merasakan sensasi membaca buku fisik. (Foto: Ali Masduki/jatimnow.com)

jatimnow.com - Di tengah arus deras informasi digital dan kemudahan akses literasi melalui internet, minat terhadap buku fisik seringkali tergerus. Banyak yang beralih ke layar gawai, menjadikan perpustakaan dan toko buku fisik sepi pengunjung.

Namun, di sebuah kampus swasta di Surabaya, sebuah komunitas mahasiswa bernama Sahabat Pustaka justru gigih menjaga dan menggaungkan kembali pentingnya membaca buku fisik. Mereka menjadi oase bagi para pecinta literasi tradisional di era serba digital ini.

Komunitas Sahabat Pustaka, yang berbasis di Universitas Dr. Soetomo (Unitomo), Surabaya, secara konsisten mengajak mahasiswa lain untuk kembali menyentuh dan merasakan sensasi membaca buku fisik.

Baca Juga: Guru Besar Unitomo Ungkap Risiko Hukum di Balik Pesatnya Bank Digital

Mereka tidak hanya aktif di perpustakaan kampus, tetapi juga memfasilitasi peminjaman buku fisik agar lebih mudah dijangkau oleh rekan-rekan mahasiswa.

Membaca buku diibaratkan membuka jendela dunia, sebuah gerbang untuk menemukan mutiara ilmu pengetahuan, referensi, dan memperkaya literasi. Semangat inilah yang diusung oleh Sahabat Pustaka melalui berbagai program menarik.

Salah satunya adalah "Akademia Filsafat", sebuah forum diskusi mendalam tentang ajaran filsafat dari berbagai aliran, baik Barat, Timur, maupun kontemporer.

Program lain yang tak kalah populer adalah "Seni Baca" atau disingkat "Sebat", di mana anggota berkumpul untuk membaca bersama, belajar literasi, dan melakukan penalaran buku fisik secara kolektif.

Biasanya, para anggota Sahabat Pustaka sering terlihat santai berkumpul di perpustakaan, asyik mengulik buku dari beragam genre. Mulai dari filsafat, sastra, ilmu komunikasi, hingga berbagai disiplin ilmu lainnya, semua menjadi bahan diskusi yang menarik dan memperkaya wawasan.

Ketua Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Sahabat Pustaka Unitomo, Maulidia, mengungkapkan adanya perbedaan signifikan antara membaca buku fisik dengan e-book atau buku digital.

Baca Juga: Gus Iqdam Sebut Mahasiswa Tak Cukup Hanya Pintar, Harus Dekengan Pusat

"Saat membaca e-book, kita seringkali mudah terganggu oleh notifikasi media sosial, aplikasi lain, atau bahkan iklan yang tiba-tiba muncul," jelas Maulidia.

"Namun, jika kita membaca buku fisik, gangguan-gangguan tersebut tidak ada. Pengalaman membaca menjadi lebih fokus dan mendalam," lanjutnya.

Menurut Maulidia, keistimewaan buku fisik terletak pada kemampuannya untuk lebih menyerap di hati dan jiwa pembacanya. Sentuhan langsung dengan kertas, aroma khas buku, dan sensasi membalik halaman menciptakan pengalaman autentik yang tak tergantikan.

Baca Juga: Gubes Unitomo Prof Ully Dorong Batik Tulis Jadi Kekuatan Industri Fashion Dunia

Pengalaman sensorik ini terbukti membantu pemahaman dan ingatan yang lebih baik dibandingkan membaca di layar digital.

Tidak hanya aktif di dalam perpustakaan, Sahabat Pustaka juga proaktif menjemput bola. Pada hari-hari tertentu, mereka sengaja membuka lapak sewa buku di gazebo kampus.

Inisiatif tersebut bertujuan untuk secara langsung mengajak mahasiswa lain agar tertarik menyewa dan membaca buku fisik di rumah, menyebarkan virus literasi ke seluruh penjuru kampus.

Editor : Ni'am Kurniawan
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.