Sabtu, 06 Jun 2026 15:11 WIB

Gubes Unitomo Prof Ully Dorong Batik Tulis Jadi Kekuatan Industri Fashion Dunia

Profesor Liosten Rianna Roosida Ully Tampubolon saat dikukuhkan sebagai Guru Besar bidang Ilmu Manajemen Organisasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unitomo Surabaya, Kamis (21/5/2026). (Foto: Ali Masduki/jatimnow.com)
Profesor Liosten Rianna Roosida Ully Tampubolon saat dikukuhkan sebagai Guru Besar bidang Ilmu Manajemen Organisasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unitomo Surabaya, Kamis (21/5/2026). (Foto: Ali Masduki/jatimnow.com)

jatimnow.com - Batik tulis Indonesia dinilai punya peluang besar menjadi pemain utama industri fashion dunia. Namun, jalan menuju pasar global tak cukup hanya mengandalkan kekuatan budaya.

Industri batik nasional perlu bergerak lebih modern lewat inovasi teknologi, diversifikasi produk, dan penguatan digitalisasi.

Baca Juga: Mahfud MD Ingatkan Bahaya Hukum Kedodoran

Gagasan tersebut disampaikan Liosten Rianna Roosida Ully Tampubolon saat dikukuhkan sebagai Guru Besar bidang Ilmu Manajemen Organisasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Dr. Soetomo, Kamis (21/5/2026).

Dalam orasi ilmiah bertajuk From Heritage to Global Fashion: Optimalisasi Diversifikasi Batik Tulis Berbasis Inovasi Teknologi menuju Industri Kreatif Dunia, Guru Besar Unitomo Prof Ully memaparkan tantangan utama yang masih membelit Industri Kecil dan Menengah (IKM) batik di Indonesia.

“Penetrasi pasar global industri batik masih terkendala pola produksi tradisional, minim diversifikasi, dan rendahnya literasi digital,” kata Ully.

Menurutnya, teknologi bukan ancaman bagi warisan budaya batik. Justru sebaliknya, teknologi bisa menjadi alat untuk menjaga kualitas, mempercepat produksi, sekaligus memperluas pasar tanpa menghilangkan nilai autentik batik tulis.

Penelitian yang dilakukan Prof Ully sepanjang 2014 hingga 2026 menunjukkan dampak nyata penerapan teknologi di sentra batik Jawa Timur. Salah satunya pada Batik Tulis Aromatherapy Al-Warits di Bangkalan, Madura.

Melalui penggunaan mesin pelorot malam inovatif, kapasitas produksi batik meningkat hingga 373 persen dibanding metode konvensional. Tingkat kerusakan produk juga turun drastis dari 15 persen menjadi hanya 1 persen.

Baca Juga: ICMI Jatim: Menutup Prodi Tak Relevan Adalah Sesat Pikir Birokrasi

Tak berhenti di situ, Prof Ully juga memperkenalkan Mesin Peratusan Aromatherapy yang mampu membuat aroma kain bertahan sampai tiga tahun.

Sementara limbah pewarna sintetis diolah kembali menggunakan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) agar lebih ramah lingkungan.

Hasil inovasi tersebut mulai membuka jalan batik lokal ke pasar internasional. Produk batik aromatherapy kini telah diekspor ke Amerika Serikat, Eropa, Australia, Jepang, Singapura, hingga Thailand.

Untuk menghadapi persaingan dari produk tekstil China dan Malaysia, pengembangan mesin pembuat motif batik otomatis juga dilakukan guna memperkaya desain dan mempercepat produksi.

Baca Juga: Polisi Belajar Baik, Alasan IPDA Purnomo Pilih ODGJ yang Tak Bisa Berterima Kasih

Rektor Universitas Dr. Soetomo, Prof Siti Marwiyah, mengatakan kampus memiliki tanggung jawab mendorong hasil riset agar bisa langsung dirasakan masyarakat.

“Kami tidak ingin karya ilmiah hanya menjadi dokumen di rak perpustakaan. Inovasi teknologi tepat guna yang digagas Prof Ully membuktikan sains manajemen organisasi mampu mengubah industri mikro menjadi pemain global,” ujarnya.

Prof Siti menambahkan, penguatan industri batik nasional juga membutuhkan dukungan regulasi pemerintah, terutama terkait akses pembiayaan UMKM, perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HKI), hingga infrastruktur digital untuk ekspor global.

Rapat Terbuka Senat Universitas Dr. Soetomo turut dihadiri Dyah Sawitri bersama jajaran Yayasan Pendidikan Cendekia Utama (YPCU), dosen, akademisi, serta pelaku industri kreatif.

Editor : Ali Masduki
Berita Terbaru

Kakak Beradik Terseret Ombak di Pantai Payangan Jember, Satu Ditemukan Tewas

Kedua korban dilaporkan hilang terseret ombak saat berwisata bersama keluarga.

Puncak Arus Balik Idul Adha 2026, Daop 8 Surabaya Layani 284 Ribu Penumpang

Puncak arus balik libur panjang Idul Adha 2026 bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila. KAI Daop 8 Surabaya catat lonjakan tembus 284 ribu penumpang. Simak data lengkapnya di sini.

Jambret iPhone Turis Jerman di Kota Lama Surabaya Ditembak Polisi

Polisi menangkap pelaku jambret iPhone milik wisatawan asal Jerman di Kota Lama Surabaya. Pelaku dilumpuhkan karena melawan saat ditangkap.

Kapolres dan Dandim 0820 Probolinggo Terima Gelar Warga Kehormatan Suku Tengger

Prosesi pengukuhan berlangsung khidmat pada Malam Resepsi Yadnya Kasada di Pendopo Agung Desa Ngadisari.

Tabrak Pohon, Truk Pengangkut Ikan Asal Lamongan Terguling di JLS Tulungagung

Truk dalam perjalanan menuju Prigi Trenggalek, pengemudi dan penumpang alami luka serius.

Peringatan Hari Raya Waisak di Tulungagung, Ajak Umat Bersumbangsih Untuk Negeri

Puluhan umat Buddha mengikuti prosesi detik-detik peringatan Hari Raya Tri Suci Waisak di Vihara Buddha Loka Tulungagung.