Jumat, 19 Jun 2026 18:16 WIB

Mbak Vinanda dan Gus Qowim Tuang Eco Enzym ke Sungai Brantas, Apa Itu?

  • Penulis :
  • | Minggu, 21 Sep 2025 11:30 WIB
Mbak Vinanda dan Gus Qowim saat menuang Eco Enzym di Sungai Brantas. (Foto: Pemkot Kediri/jatimnow.com)
Mbak Vinanda dan Gus Qowim saat menuang Eco Enzym di Sungai Brantas. (Foto: Pemkot Kediri/jatimnow.com)

jatimnow.com - Dalam rangka memperingati World Cleanup Day 2025, Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati dan Wakil Wali Kota Qowimuddin menuangkan cairan eco enzym ke Sungai Brantas, Sabtu (20/9/2025). Kegiatan yang mengusung tema “Bersih Sungaiku, Indah Alamku” ini juga diikuti perwakilan perguruan tinggi, pelajar, komunitas lingkungan, Komunitas Hijau Daun, komunitas eco enzym, serta bank sampah.

Eco enzym merupakan cairan organik hasil fermentasi limbah dapur seperti kulit buah dan sayur yang dicampur dengan gula merah dan air.

Baca Juga: 1.000 Pramuka Garuda Kota Kediri Dilantik, Pembentukan Karakter Generasi Muda

Cairan ini bermanfaat bagi ekosistem sungai karena membantu mengurai polutan dan bahan kimia berbahaya, meningkatkan kadar oksigen dalam air, serta mendukung kelangsungan hidup ikan dan biota sungai lainnya.

“World Cleanup Day menjadi momentum penting. Selain aksi nyata, kegiatan ini juga membangun kesadaran bahwa kebersihan lingkungan adalah tanggung jawab bersama,” ujar Wali Kota Kediri.

Dia pun mengajak komunitas peduli lingkungan dan bank sampah untuk terus memberikan edukasi kepada masyarakat terkait pengelolaan sampah. Bank sampah di Kediri telah mengolah limbah organik menjadi eco enzym yang bermanfaat tidak hanya untuk sungai, tetapi juga bisa digunakan sebagai sabun cuci piring, sabun pakaian, hingga kompos untuk tanaman.

Baca Juga: Jelang Suroan, Mbak Vinanda Minta Satpol PP Berantas Peredaran Miras di Kota Kediri

“Hal ini harus terus disosialisasikan agar masyarakat paham cara memilah dan mengelola sampah. Saya bersyukur ada komunitas yang berinovasi sehingga sampah memiliki banyak manfaat. Harapannya, pemilahan dan pengelolaan sampah semakin masif di tingkat masyarakat,” tambahnya.

Wali kota termuda ini menegaskan bahwa peringatan World Cleanup Day harus menjadi momentum menjadikan kebersihan lingkungan sebagai gaya hidup sehari-hari. Tidak hanya pada Hari Lingkungan Hidup, tetapi harus terus dijaga oleh seluruh elemen masyarakat Kediri.

Baca Juga: Wali Kota Kediri Dorong Data Akurat untuk Pembangunan dalam Sensus Ekonomi 2026

“Momen ini menjadi semangat baru agar kita lebih peduli lingkungan. Mari bersama-sama memulai dari diri sendiri untuk menjaga kebersihan. Dengan kolaborasi lintas sektor, Kediri bisa menjadi kota yang bersih, indah, dan rapi,” tegasnya.

Setelah menuangkan eco enzym ke Sungai Brantas, seluruh peserta melanjutkan aksi bersih-bersih di sekitar sungai.

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.