Sabtu, 20 Jun 2026 10:48 WIB

Gerindra Surabaya Advokasi Ijazah Siswa yang Ditahan Sekolah

  • Penulis :
  • | Rabu, 17 Sep 2025 21:44 WIB
Azhar Kahfi (dua-kanan) saat mendatangi SMA Tanwir Surabaya (foto: Gerindra Surabaya for jatimnow.com)
Azhar Kahfi (dua-kanan) saat mendatangi SMA Tanwir Surabaya (foto: Gerindra Surabaya for jatimnow.com)

jatimnow.com - Fraksi Gerindra DPRD Surabaya memutuskan turun tangan mengadvokasi fenomena penahanan ijazah pada siswa.

Penahanan ijazah asli kali ini terjadi di di SMA Tanwir Surabaya. Penyebabnya adalah tunggakan biaya sekolah sebesar Rp3.100.000 yang belum terlunasi.

Baca Juga: Mencari Solusi Eks Tanah Ganjaran Sumur Welut, DPRD Surabaya Minta Pemkot Hadir

Kasus ini mendapat perhatian dari Sekretaris Fraksi Partai Gerindra DPRD Surabaya, Azhar Kahfi, yang turun langsung melakukan advokasi.

Pada kunjungan pertama, Senin siang (15/9/2025), Politisi muda Gerindra tersebut mendatangi SMA Tanwir Surabaya namun suasana sekolah terlihat sepi. 

Hanya ditemui seorang tenaga pendidik laki-laki yang mengaku tidak mengetahui permasalahan secara detail dan tidak memiliki wewenang untuk mengambil keputusan. Tenaga pendidik tersebut menyarankan untuk menemui kepala sekolah langsung.

Keesokan harinya, Selasa (16/9/2025), dilakukan kunjungan kedua untuk menemui Kepala Sekolah SMA Tanwir Surabaya Asemrowo, Yuni. 

Baca Juga: DPRD Surabaya Dukung Penegakan Hukum Kasus Pengeroyokan Siswa SMAN 11

"Kami akan koordinasi dengan Dinas Pendidikan Surabaya dan pihak terkait untuk memastikan hak pendidikan Aini tidak terabaikan. Memang untuk diknas Surabaya itu fokusnya pada SD dan SMP namun ini warga Surabaya," ucap Kahfi, sapaan akrabnya, Rabu (17/9/2025).

Menurut Kahfi, data Dinas Pendidikan Surabaya menunjukkan bahwa kasus serupa masih terjadi di beberapa sekolah swasta, meski pemerintah telah menyediakan berbagai program bantuan seperti Program beasiswa Pemuda Tangguh, Program Indonesia Pintar (PIP) dan Kartu Indonesia Pintar (KIP).

" Tidak boleh lagi anak sby ditahan ijazahnya ketika lulus," tegasnya.

Baca Juga: Catatan Kritis DPRD Surabaya di Moment HJKS ke 733

Sementara, dalam pertemuan tersebut, kepala sekolah menegaskan bahwa pihaknya tidak dapat memberikan ijazah asli selama tunggakan belum dilunasi.

"Meski ada subsidi dari dewan, kami hanya bisa memberikan fotokopi ijazah yang sudah dilegalisir. Ijazah asli baru bisa diberikan setelah tunggakan lunas," jelas Yuni.

Editor : Ni'am Kurniawan
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.