Senin, 15 Jun 2026 07:13 WIB

Seniman Surabaya 'Sentil' DKS, Saatnya Berkontribusi untuk PAD

  • Penulis : Ali Masduki
  • | Selasa, 16 Sep 2025 22:18 WIB
Seniman Surabaya, Syarif Waja Bae. (Foto/Dok Pribadi)
Seniman Surabaya, Syarif Waja Bae. (Foto/Dok Pribadi)

jatimnow.com - Dewan Kesenian Surabaya (DKS) mengalami kevakuman selama lima tahun terakhir. Seniman Surabaya, Syarif Waja Bae, memberikan pandangan baru mengenai hubungan antara DKS dan Pemerintah Kota Surabaya.

Ia berpendapat bahwa seniman DKS memiliki potensi besar untuk berkontribusi pada Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan menghidupkan perekonomian Surabaya.

Baca Juga: Dewan Kesenian Surabaya Persoalkan Ultimatum 7 Hari Pengambilan Gamelan

Syarif Waja Bae, yang saat ini menjabat sebagai Fungsionaris Departemen Film Dewan Kesenian Jawa Timur (DKJT), menjelaskan bahwa seniman seharusnya tidak hanya menjadi penikmat fasilitas, tetapi juga berperan aktif dalam pembangunan kota.

"Pola pikir seperti ini yang harus kita kembangkan. Jadi semangatnya adalah berjalan beriringan serta berperan aktif dalam menyumbang PAD dan perekonomian di Surabaya," ujarnya.

Menurut Syarif, DKS dapat menjadi motor penggerak ide Pemerintah Kota Surabaya untuk menjadikan Surabaya sebagai etalase Jawa Timur dalam bidang seni dan budaya. Kompleks Balai Pemuda, dengan lahannya yang luas dan lokasi strategis di pusat kota, dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan seni dan budaya.

Baca Juga: Pelindo dan Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Hewan Kurban

"Saya berharap kita bisa membantu semangat Pemkot menjadikan Surabaya sebagai etalase Jawa Timur, tentu sesuai dengan bidang yang kita geluti, yakni seni dan budaya. Kompleks Balai Pemuda memiliki lahan yang lumayan luas dan berada di pusat kota. Itu kita bisa manfaatkan dengan menggelar pembinaan kesenian dan kebudayaan bagi generasi muda termasuk menggelar berbagai pertunjukan dengan level internasional yang secara otomatis dapat mendatangkan wisatawan," imbuhnya.

Untuk itu Syarif mengajak seluruh seniman di Surabaya untuk bersatu dan bersinergi dengan Pemerintah Kota Surabaya dalam memajukan seni, budaya, dan ekonomi masyarakat. Ia juga berharap agar pemimpin DKS yang akan datang dapat mengayomi seniman dan memiliki semangat yang sejalan dengan Pemerintah Kota Surabaya.

Baca Juga: Dewan Kesenian Surabaya Laporkan Dugaan Hilangnya Aset Budaya ke Polisi

"Akan lebih indah jika kita (seniman) bahu membahu dan saling mendukung demi kemajuan perkembangan seni dan budaya di Surabaya dan Jawa Timur," pintanya.

"Sebagai manusia yang mengedepankan cipta, rasa dan karsa, kita seharusnya bisa menciptakan iklim berkesenian dan berkebudayaan yang sejuk dan membangun," pungkasnya.

Editor : Ni'am Kurniawan
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.