Kamis, 11 Jun 2026 12:00 WIB

Jawa Timur Waspada Kekeringan, 811 Desa Berpotensi Terdampak

  • Penulis :
  • | Kamis, 11 Sep 2025 19:30 WIB
Ilustrasi kekeringan.
Ilustrasi kekeringan.

jatimnow.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur mulai mempersiapkan langkah antisipasi menghadapi musim kemarau tahun 2025. Berdasarkan pemetaan, terdapat 811 desa di 218 kecamatan dari 25 kabupaten/kota yang berpotensi mengalami kekeringan.

Kondisi ini merujuk pada pengalaman tahun sebelumnya. Pada 2024, kekeringan di Jawa Timur terjadi sejak Mei hingga Desember, di mana Gubernur menetapkan status siaga darurat kekeringan dan kebakaran hutan/lahan melalui Keputusan Gubernur No.100.3.3.1/311/KPTS/013/2024. Total ada 815 desa di 241 kecamatan yang terdampak, dengan distribusi air bersih mencapai 21.087 ritasi.

Baca Juga: Puluhan Tandon Air Disiapkan BPBD Tulungagung Untuk Antisipasi Kekeringan

Meski hingga akhir Mei 2025 curah hujan di Jawa Timur masih relatif tinggi, BPBD tetap menyiapkan berbagai skema penanganan. Di antaranya adalah dropping air bersih menggunakan tandon dan jeriken, serta penggunaan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) maupun dana BPBD untuk status siaga darurat.

“Saat ini peringatan kekeringan belum ada mengingat curah hujan di Jawa Timur yanh masih tinggi. Tapi langkah kesiapsiagaan ini penting dilakukan sejak dini agar masyarakat di wilayah rawan tidak mengalami kesulitan air yang berkepanjangan,” kata Analis Bencana Ahli Madya BPBD Jawa Timur, Sriyono, seperti dikutip dari paparan BPBD Jawa Timur, “Persiapan Kekeringan 2025”, pada Kamis (11/9/2025).

Baca Juga: Pakar Ungkap Bahaya El Nino Godzilla 2026 dan Langkah Mitigasinya

Selain kekeringan, BPBD juga mewaspadai kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kerap muncul di musim kemarau. Data menunjukkan, 99% kasus karhutla di Jawa Timur disebabkan oleh aktivitas manusia, mulai dari perburuan liar, pembukaan lahan dengan cara membakar, konflik lahan, hingga kelalaian seperti membakar sampah dan pelepasan balon udara.

Sriyono menegaskan bahwa pihaknya juga terus memperkuat pemantauan lapangan.

Baca Juga: BMKG Ungkap Peta Kemarau Jatim 2026: Mayoritas Kering Mulai Mei

“Kami sudah menyiapkan tenaga, peralatan pemadaman, hingga sosialisasi agar risiko karhutla bisa ditekan. Pencegahan selalu lebih baik dibanding penanganan setelah kejadian,” jelasnya.

Dengan langkah kesiapsiagaan ini, Pemerintah Provinsi Jawa Timur berharap dampak kekeringan 2025 tidak sebesar tahun-tahun sebelumnya, sekaligus memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terjaga.

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.