Kamis, 18 Jun 2026 12:52 WIB

Umat Kelenteng Tjoe Tik Kiong di Tulungagung Gelar Sembahyang Ulambana

  • Penulis :
  • | Kamis, 11 Sep 2025 07:48 WIB
Foto: Prosesi ritual sembahyang ulambana yang digelar umat Kelenteng Tjoe Tik Kiong Tulungagung (Bramanta/jatimnow.com)
Foto: Prosesi ritual sembahyang ulambana yang digelar umat Kelenteng Tjoe Tik Kiong Tulungagung (Bramanta/jatimnow.com)

jatimnow.com-Umat Kelenteng Tjoe Tik Kiong Tulungagung menggelar Sembahyang Ulambana atau yang juga dikenal dengan Pattidana dan Upacara Rebutan. Ritual yang rutin digelar setiap bulan ketujuh penanggalan Imlek ini menjadi momen penting bagi umat untuk mendoakan arwah leluhur serta melimpahkan kebajikan agar mereka terbebas dari penderitaan di alam baka. Dalam ritual ini mereka juga membagikan ribuan paket sembako kepada masyarakat.

Ketua Panitia Wibitono, mengatakan sembahyang ini merupakan ritual tahunan yang digelar oleh umat Tri Dharma setiap tanggal 15 bulan 7 tahun Imlek. Mereka percaya dalam bulan tersebut seluruh arwah manusia kembali turun ke Bumi.

Baca Juga: Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

“Bulan tujuh Imlek ini sering disebut bulan setan, karena dipercaya arwah leluhur diperbolehkan turun ke bumi untuk bertemu keluarga. Sembahyang Ulambana dilakukan untuk mendoakan arwah leluhur, baik yang terurus maupun tidak terurus, supaya mereka tidak mengganggu manusia yang masih hidup. Harapannya, justru mereka bisa ikut melindungi masyarakat dari mara bahaya,” ujarnya, Rabu (10/9/2025).

Baca Juga: Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

Selain ritual doa dan persembahan, kegiatan ini juga dirangkai dengan pembagian 3.000 paket sembako kepada masyarakat sekitar. Paket tersebut berisi beras 2 kilogram, gula setengah kilogram, minyak setengah liter, mie instan, dan kebutuhan pokok lainnya.

“Semua paket ini berasal dari sumbangan umat. Meraka yang datang ini ada yang dari Tulungagung sendiri, juga dari Kediri, Nganjuk, Trenggalek, dan daerah lain. Setelah prosesi sembahyang selesai, baru kita bagikan secara tertib sembakonya kepada masyarakat yang sudah datang,” tambah Wibitono.

Baca Juga: Asyik Nongkrong di Warung Kopi, Puluhan Pelajar di Tulungagung Terjaring Razia

Pembagian sembako ini selalu ditunggu masyarakat, karena selain sebagai bentuk bakti kepada leluhur, kegiatan ini juga menjadi wujud kepedulian sosial TITD Tulungagung kepada warga sekitar.

Editor : Bramanta
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.