Sabtu, 20 Jun 2026 19:39 WIB

Pemkab Tulungagung Pastikan Tenaga Honorer Tetap Bekerja Tahun Ini

  • Penulis :
  • | Selasa, 09 Sep 2025 10:50 WIB
Foto: Sekda Kabupaten Tulungagung, Tri Hariadi (Bramanta/jatimnow.com)
Foto: Sekda Kabupaten Tulungagung, Tri Hariadi (Bramanta/jatimnow.com)

jatimnow.com-Pemkab Tulungagung memastikan nasib ratusan honorer yang tidak diusulkan masuk Pegawai Pemerintah dengan Perpanjangan Kontrak (PPPK) Paruh Waktu. Mereka dipastikan masih akan bekerja seperti biasa hingga tahun ini. Hingga saat ini mereka masih menunggu regulasi dari pemerintah pusat terkait nasib tenaga non ASN tersebut. Mereka tidak diusulkan masuk PPPK Paruh Waktu karena masa kerja kurang dari dua tahun.

Sekda Kabupaten Tulungagung, Tri Hariadi mengatakan para tenaga honorer yang tidak masuk dalam PPPK Paruh Waktu masih bisa bekerja tahun ini. Mereka akan tetap mendapatkan honor dan bekerja di instansi yang sama.

Baca Juga: Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

"Untuk tahun ini mereka masih akan tetap bekerja, besaran honor yang diterima dan tempat bekerja tidak berubah," ujarnya, Selasa (9/9/2025).

Baca Juga: Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

Hingga saat ini, Pemkab masih menunggu regulasi dari pemerintah pusat tentang nasib tenaga honorer tersebut. Mereka masih belum dapat memutuskan apakan tenaga honorer masih dibutuhkan atau tidak untuk tahun depan. Namun mereka memastikan untuk tahun ini tenaga honorer dapat tetap bekerja seperti biasa.

"Kami masih menunggu regulasi nya bagaimana, namun yang pasti tahun ini mereka tetap bekerja dan menerima honor seperti biasa," tuturnya.

Baca Juga: Asyik Nongkrong di Warung Kopi, Puluhan Pelajar di Tulungagung Terjaring Razia

Sebelumnya pihak Pemkab Tulungagung telah mengusulkan 5.533 tenaga honorer untuk masuk dalam kategori PPPK Paruh Waktu. Meskipun begitu masih terdapat sekitar 600 tenaga honorer yang tidak diusulkan. Hal ini dikarenakan masa kerja kurang dari dua tahun.

Editor : Bramanta
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.