Sabtu, 06 Jun 2026 19:44 WIB

Kisah Heroik Eko Berangkat ke Palu Naik Vespa Sumbang 1 Kardus Mie

Wahyu Eko bersama korban  gempa Palu di lokasi pengungsian
Wahyu Eko bersama korban gempa Palu di lokasi pengungsian

jatimnow.com - Kisah Wahyu Eko Purnomo Aji yang nekat berangkat ke Palu, Sulawesi Tengah dengan mengendarai Vespa cukup mengejutkan. Ia membawa bantuan untuk korban gempa berupa 1 kardus mie instan.

Pemuda asal Kelurahan Dermo Lemahbang, Kecamatan Sarirejo, Lamongan ini menceritakan perjalanan panjangnya menuju ke pulau yang terkena bencana gempa dan tsunami itu.

Baca Juga: Ada Apa dengan Film Pesta Babi?

Selama perjalanan, mahasiswa semester 5 Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas 17 Agustus (Untag) Surabaya hanya mengeluarkan uang sekitar Rp 20 ribu.

"Selama perjalanan saya mengeluarkan uang cuma buat makan di kapal kurang lebih Rp 20 ribu, karena biaya tiket kapalnya pun gratis. BBM motor juga sudah terisi penuh," terang Eko melalui sambungan telepon, Sabtu (13/10/2018).

Karena bekal uang sakunya yang hanya Rp 100 ribu, Eko tertolong banyaknya relawan yang ditemui selama perjalanan di kapal. Ia berangkat pada Kamis (4/10/2018).

"Selama di kapal kemarin saya cuma makan sekali. Alhamdulillah, saat di kapal pun saya juga bertemu dengan para relawan, makan juga dibelikan sama mereka," ungkapnya.

Baca Juga: Viral Wisatawan Asal China Diintimidasi Oknum Ojek Pangkalan di Probolinggo

Selain hanya uang Rp 100 ribu untuk uang saku, ia mengatakan keberangkatannya tidak banyak persiapan. Ia pun pergi ke lokasi bencana dengan menumpang Kapal Motor (KM) Drajat Paciran dari Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.

Aksi nekatnya pergi ke Palu untuk memberikan satu kardus itu karena mendapat kabar adanya keberangkatan relawan dari Tanjung perak menuju ke Palu tanpa dipungut biaya.

"Selama perjalanan saya hanya membawa mie instan dan 3 potong setelan baju, jadi kalau kotor saya cuci terus dijemur dan saya pakai lagi," ungkap dia.

Baca Juga: Wakil Ketua Ansor Jatim Respons Perseteruan Rizieq Shihab dan Dudung

Di Palu, ternyata Eko tak sekedar menyumbang mie instan. Dia juga memberikan beberapa buku bacaan bagi anak-anak korban gempa yang telah dibelinya dari kios buku bekas yang berada di Jalan Semarang, Surabaya.

"Saya juga membawa beberapa buku bacaan, semoga buku itu bisa menghibur mereka," pungkas dia yang kini bergabung relawan kemanusiaan membantu pengungsi.

Editor : Budi Sugiharto
Berita Terbaru

Kakak Beradik Terseret Ombak di Pantai Payangan Jember, Satu Ditemukan Tewas

Kedua korban dilaporkan hilang terseret ombak saat berwisata bersama keluarga.

Puncak Arus Balik Idul Adha 2026, Daop 8 Surabaya Layani 284 Ribu Penumpang

Puncak arus balik libur panjang Idul Adha 2026 bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila. KAI Daop 8 Surabaya catat lonjakan tembus 284 ribu penumpang. Simak data lengkapnya di sini.

Jambret iPhone Turis Jerman di Kota Lama Surabaya Ditembak Polisi

Polisi menangkap pelaku jambret iPhone milik wisatawan asal Jerman di Kota Lama Surabaya. Pelaku dilumpuhkan karena melawan saat ditangkap.

Kapolres dan Dandim 0820 Probolinggo Terima Gelar Warga Kehormatan Suku Tengger

Prosesi pengukuhan berlangsung khidmat pada Malam Resepsi Yadnya Kasada di Pendopo Agung Desa Ngadisari.

Tabrak Pohon, Truk Pengangkut Ikan Asal Lamongan Terguling di JLS Tulungagung

Truk dalam perjalanan menuju Prigi Trenggalek, pengemudi dan penumpang alami luka serius.

Peringatan Hari Raya Waisak di Tulungagung, Ajak Umat Bersumbangsih Untuk Negeri

Puluhan umat Buddha mengikuti prosesi detik-detik peringatan Hari Raya Tri Suci Waisak di Vihara Buddha Loka Tulungagung.