Selasa, 21 Jul 2026 12:30 WIB

88 Persen SD di Tulungagung Gagal Penuhi Pagu Saat SPMB

  • Penulis : Bramanta
  • | Jumat, 17 Jul 2026 08:10 WIB
Siswa SD di Tulungagung saat mengikuti MPLS. (Foto: Bramanta/jatimnow.com)
Siswa SD di Tulungagung saat mengikuti MPLS. (Foto: Bramanta/jatimnow.com)

jatimnow.com - Ratusan Sekolah Dasar (SD) di Kabuaten Tulungagung tak dapat memenuhi pagu saat pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ini. Dinas Pendidikan Tulungagung mencatat ada sebanyak 564 SD negeri dan swatsa yang tidak bisa memenuhi pagu. Salah satu penyebabnya karena jumlah anak usia SD terus menurun setiap tahun.

Kasi Kelembagaan Bidang SD Dinas Pendidikan Tulungagung, Rifka Zuyun Umadah mengatakan, berdasarkan Data Pokok Pendidikan (Dapodik) jumlah SD di Tulungagung mencapai 634 satuan pendidikan. Pada tahun ajaran 2026/2027 ada sebanyak empat SD di Tulungagung yang tidak mendapat murid baru.

Baca Juga: Dugaan Korupsi Kanjengan, Mantan Bupati Tulungagug Maryoto Diperiksa Kejaksaan

"Empat SD yang tidak dapat murid diantaranya, SDN 1 Tenggong Rejotangan, SDN 4 Besuki, SDN 5 Bungur Karangrejo dan SD Swasta Dlolod Pucanglaban," ujarnya, Jumat (17/7/2026).

Sedangkan untuk SD yang mendapat satu murid baru berjumlah empat satuan pendidikan. Diantaranya, SDN 3 Kalidawir, SDN 3 Babadan, SDN 2 Sembon dan SDN 4 Pujul.

"SD yang hanya mendapat dua murid mencapai 12 satuan pendidikan. Dan SD yang mendapat tiga murid berjumlah 29 satuan pendidikan," imbuhnya.

Secara keseluruhan ada sebanyak 88,96 persen atau 564 satuan pendidikan jenjang SD di Tulungagung yang tidak memenuhi pagu. Rata-rata pagu setiap satuan pendidikan jenjang SD berjumlah 28 murid.

Baca Juga: Sensus Ekonomi di Tulungagung Sudah Capai 45 Persen, Bulan Depan Rampung

"Meski tidak mendapat murid, sekolah harus tetap meningkatkan layanan pembelajaran," jelasnya.

Ada beberapa faktor yang menyebabkan SD di Tulungagung minim mendapat murid. Salah satunya karena faktor jumlah anak usia SD yang terus berkurang. Hal ini menunjukan bahwa program Keluarga Berencana (KB) berhasil.

"Setiap tahun lulusan TK terus berkurang. Tahun ini saja, penurunan anak yang masuk SD mencapai 2000 siswa," paparnya.

Baca Juga: Wakil Ketua DPRD Tulungagung Dari Partai NasDem Diganti, Ini Alasannya

Disisi lain, adanya persaingan antar sekolah juga berpengaruh terhadap jumlah murid Meskipun pemerintah telah berupaya untuk meningkatkan mutu layanan dan fasilitas pendidikan. Jadi minimnya murid baru bukan karena SPMB gagal.

"Kami berencana melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat terkait pembatasan pagu di SD Negeri dan SD Swasta. Sehingga dapat dilakukan pemerataan murid di sekolah-sekolah," pungkasnya.

Editor : Bramanta
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.