Senin, 20 Jul 2026 04:00 WIB

MPLS Berbeda, Siswa SMAN 1 Mantup Lamongan Teliti Mikroplastik di Sekolah

Siswa SMAN 1 Mantup Lamongan meneliti keberadaan mikroplastik di lingkungan sekolah ketika mengikuti MPLS. (Foto: Ecoton for jatimnow.com)
Siswa SMAN 1 Mantup Lamongan meneliti keberadaan mikroplastik di lingkungan sekolah ketika mengikuti MPLS. (Foto: Ecoton for jatimnow.com)

jatimnow.com - Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMAN 1 Mantup, Lamongan, berlangsung tak biasa. Sebanyak 280 siswa kelas X diajak meneliti keberadaan mikroplastik di lingkungan sekolah dan hasilnya menunjukkan partikel tersebut ditemukan di udara, daun, hingga permukaan kulit.

Penelitian sederhana dalam program ECOTON Microplastic Journey dilakukan pada Kamis (16/7). Para siswa mengambil sampel udara di ruang kelas dan aula, daun di sekitar sekolah, serta permukaan kulit untuk melihat seberapa dekat paparan mikroplastik dengan kehidupan sehari-hari.

Baca Juga: Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

Hasil pengamatan menemukan partikel mikroplastik di seluruh media yang diperiksa. Pada sampel udara di dalam kelas yang diambil selama 10 menit ditemukan satu partikel berbentuk fiber dan tiga fragmen. Sementara di aula ditemukan enam fiber dan dua fragmen dalam durasi pengambilan yang sama.

Pengujian pada daun menemukan satu fragmen dan satu fiber, sedangkan pada permukaan kulit ditemukan sembilan partikel berbentuk fiber.

Temuan tersebut memperlihatkan bahwa mikroplastik tidak hanya mencemari sungai dan laut, tetapi juga berada di udara yang dihirup manusia setiap hari serta dapat menempel pada tubuh.

Kondisi itu memperkuat pentingnya mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dan menghentikan kebiasaan membakar sampah plastik yang menjadi salah satu sumber partikel mikroplastik di udara.

Kepala SMAN 1 Mantup, Mukrim, mengatakan kegiatan tersebut sejalan dengan Program Sekolah Kreatif dan Inovatif yang diinisiasi Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Sekolah juga terus berupaya mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, salah satunya dengan menyediakan wadah guna ulang di sejumlah kantin.

Baca Juga: Kasus Kekerasan Anak Terus Meningkat, Pemkab Kediri Dorong Korban Berani Melapor

"Kegiatan ECOTON Microplastic Journey memberikan pengalaman belajar secara langsung kepada siswa. Mereka tidak hanya menerima teori, tetapi juga membuktikan sendiri bahwa mikroplastik ada di sekitar mereka. Harapannya, kepedulian terhadap lingkungan tumbuh sejak hari pertama mereka masuk sekolah," katanya.

Antusiasme terlihat dari para peserta. Mauriz, siswi kelas X, mengaku baru pertama kali mengikuti praktik penelitian seperti itu.

"Aku senang banget ikut kegiatan ini karena di sekolahku sebelumnya belum pernah ada praktik seperti ini. Sekarang aku jadi tahu tentang mikroplastik," ujarnya.

Pengalaman serupa dirasakan Fiyah. Ia mengaku baru mengetahui bahwa asap pembakaran sampah plastik dapat menjadi sumber mikroplastik di udara.

Baca Juga: Cerita Sedih Guru SDN Gadungan 2 Kediri, Tak Ada Murid Baru di Penghujung Masa Bakti

"Sampah di rumah saya biasanya dibakar di pekarangan. Setelah ikut penelitian ini saya baru tahu pembakaran sampah plastik bisa menghasilkan mikroplastik yang setiap hari kita hirup. Pulang sekolah nanti saya mau bilang ke orang tua supaya tidak membakar sampah lagi karena berbahaya," tuturnya.

Melalui ECOTON Microplastic Journey, para siswa diharapkan mulai menerapkan kebiasaan yang lebih ramah lingkungan, seperti mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, membawa tumbler, memakai wadah makan yang dapat digunakan berulang kali, memilah sampah, serta tidak lagi membakar sampah plastik.

Langkah sederhana tersebut diyakini dapat membantu mengurangi pencemaran mikroplastik di lingkungan sekolah maupun kehidupan sehari-hari.

Editor : Ali Masduki
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.

Panitia Muktamar NU Mulai Susun Cetak Biru Persiapan di Tambakberas Jombang

Panitia Muktamar Ke-35 NU mulai menyusun blueprint persiapan dari akomodasi, lokasi sidang hingga pengamanan di Tambakberas, Jombang.