Kamis, 11 Jun 2026 00:24 WIB

Gaduh MBG Basi di Lamongan, Begini Faktanya

Kegiatan SPPG Surabaya, Sukodadi, Lamongan saat menyiapkan menu MBG. (Foto: Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)
Kegiatan SPPG Surabaya, Sukodadi, Lamongan saat menyiapkan menu MBG. (Foto: Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)

jatimnow.com - Kepala Sekolah SMAN 1 Sukodadi, Lamongan, Fadli membantah kabar terkait temuan sayur dan daging basi dalam menu Makan Bergizi Gratis (MBG).

Fadli membeberkan bahwa pihaknya cukup terganggu dengan beredarnya kabar tersebut, selain menimbulkan kegaduhan juga memuat informasi yang mengarah kepada tindakan kontra-produktif khususnya bagi siswa.

Baca Juga: Jangan Biarkan Kasus MBG Tenggelam

"MBG sesuai dengan harapan, menunya juga tidak seperti yang diberitakan kemarin, tidak ada siswa yang dapat makanan basi atau tidak layak," ungkapnya merespon kabar MBG basi, Jumat (5/9/2025).

Dilanjutkan Fadli bahwa memang ada sedikit kendala saat pelaksanaan BMG yang baru diberlakukan empat hari tersebut terhitung Senin (1/9/2025) - Kamis (4/9/2025).

"Kendala tersebut sudah dievaluasi dan itu bukan berkaitan dengan menu tapi keterlambatan waktu, mungkin masih adaptasi, jadi masih kami wajari" ujar Fadli.

Dari laporan Kepsek Fadli, SMAN 1 Sekodadi mendapat 1.048 porsi MBG. Dari assesmen lapangan dinyatakan tidak ada temuan penurunan mutu maupun kualitas makanan.

Baca Juga: Venue Kejurprov X Biliar Jatim di Lamongan Dipindah, Ini Alasannya

"Yang jelas kami terutama saya selaku kepala sekolah yang merasa dirugikan juga, tapi perlu saya luruskan bahwa semuanya itu tidak benar kami sudah melakukan pengecekan bahwa di lapangan tidak ada sayur atau makanan yang basi," tegasnya.

Sementara itu, Mitra SPPG Surabaya, Sukodadi, Tri Lestio Rini mengaku terkejut dengan beredarnya kabar temuan MBG basi. Ia membeberkan semua sesuai SOP adapun bahan baku basi sudah difilter sejak awal dan tidak akan sampai ke tangan siswa penerima MBG.

"Kabar itu 100 persen tidak benar semisal adapun kejadian itu basi pastinya kita ganti menu, makanan yang kita distribusikan makanan yang sehat dan frash, semua sudah sesuai SOP," tuturnya.

Baca Juga: MBG, Korupsi dan Kegagalan Tata Kelola Kebijakan

Ia menegaskan bahwa SPPG memegang peranan penting dan erat kaitannya dengan pelaksaan MBG. Komitemen menjalankan program negera menjadi misi besar. Oleh karenanya pihaknya sangat berhati-hati dan sangat teliti menjaga gizi dan kualitas MBG.

"Kita punya ahli gizi semua ada SOP, bahkan ketika bahan baku itu datang diolah sampai diberikan ke penerima MBG," katanya.

 

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.