Rabu, 17 Jun 2026 23:07 WIB

Anggaran Riset Minim, Indonesia Terancam Jadi Negara Pengimpor Teknologi

Anggaran riset tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Sektor swasta juga memiliki peran penting dalam memajukan riset di Indonesia. (Foto: Ali Masduki/jatimnow.com)
Anggaran riset tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Sektor swasta juga memiliki peran penting dalam memajukan riset di Indonesia. (Foto: Ali Masduki/jatimnow.com)

jatimnow.com - Riset menjadi fondasi penting bagi kemajuan suatu bangsa. Namun, alokasi anggaran dana riset yang terbatas menjadi kendala serius bagi Indonesia untuk mengembangkan inovasi dan bersaing di kancah global.

Data dari Bank Dunia tahun 2020 menunjukkan bahwa Indonesia hanya menginvestasikan 0,2�ri PDB untuk riset, jauh di bawah rata-rata dunia sebesar 2,67%.

Baca Juga: Ujian Kelulusan Unik, Siswa SMP Labschool Unesa 3 Pamerkan Karya Inovatif

Kondisi ini menjadi catatan dari berbagai pihak, salah satunya dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Airlangga (UNAIR), Prof. Rossanto Dwi Handoyo. Menurutnya, anggaran riset Indonesia saat ini jauh dari kata ideal.

"Anggaran 0,2% ini jauh dari ideal. Kalau ingin menjadi negara yang menguasai perekonomian, seharusnya anggaran ini bisa meningkat," tegas Prof. Rossanto.

Prof. Rossanto mencontohkan negara-negara seperti Korea Selatan dan China yang memiliki anggaran riset yang jauh lebih besar. Investasi besar ini memungkinkan mereka untuk menjadi negara industri yang maju dan menciptakan berbagai inovasi. Inovasi inilah yang kemudian menjadi kunci untuk menguasai pasar global.

"Negara-negara yang berfokus pada riset bisa jadi nanti akan merebut pasar eksisting atau pasar dari negara-negara yang hanya meniru," imbuhnya.

Baca Juga: Ketika Riset Menjadi Administrasi, Negara Kehilangan Senjata

Minimnya anggaran riset di Indonesia menunjukkan bahwa pemerintah belum sepenuhnya menyadari betapa strategisnya riset bagi kemajuan bangsa. Padahal, membangun ekosistem riset yang kuat sangat penting untuk meningkatkan daya saing Indonesia.

Technological gap yang terjadi akibat kurangnya riset akan menyebabkan Indonesia terus bergantung pada impor teknologi dari negara-negara yang lebih inovatif.

Prof. Rossanto juga menegaskan bahwa anggaran riset tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Sektor swasta juga memiliki peran penting dalam memajukan riset di Indonesia.

Baca Juga: Algoritma vs Suroboyoan, Alasan Gen Z Surabaya Tak Bisa Lepas dari Radio

"Pemerintah bisa memberikan insentif riset kepada perusahaan swasta yang melakukan riset," ujarnya.

Salah satu contohnya adalah memberikan pengurangan pajak (deductible tax) bagi perusahaan yang membentuk divisi riset. Langkah ini diharapkan dapat mendorong perusahaan untuk berinvestasi lebih banyak dalam riset dan pengembangan.

Dengan kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta, diharapkan ekosistem riset di Indonesia dapat berkembang lebih pesat dan membawa Indonesia menuju kemajuan yang lebih baik.

Editor : Ni'am Kurniawan
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.