Kamis, 11 Jun 2026 16:32 WIB

Pajak Naik, Subsidi Dipangkas? Ekonom: Jangan Bebani Rakyat!

  • Penulis : Ali Masduki
  • | Selasa, 02 Sep 2025 22:46 WIB
Pemerintah berencana menaikkan target penerimaan pajak menjadi Rp2.357,7 triliun pada tahun 2026. (Foto: Ali Masduki/JatimNow.com)
Pemerintah berencana menaikkan target penerimaan pajak menjadi Rp2.357,7 triliun pada tahun 2026. (Foto: Ali Masduki/JatimNow.com)

jatimnow.com – Pemerintah berencana menaikkan target penerimaan pajak menjadi Rp2.357,7 triliun pada tahun 2026, atau naik 13,5 persen dari target tahun 2025. Ekonom Universitas Airlangga (UNAIR) mengingatkan agar pemerintah lebih waspada dan memprioritaskan belanja yang tepat sasaran.

Prof. Rossanto Dwi Handoyo dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNAIR menegaskan pentingnya kehati-hatian dalam menetapkan kenaikan pajak.

Baca Juga: BGN Hentikan Operasional Puluhan Dapur MBG di Probolinggo Gegara Limbah

"Jika target penerimaan tidak tercapai, sementara pengeluaran tetap sesuai rencana, lalu dari mana kekurangan anggaran akan ditutupi?" tanyanya.

Rossanto menjelaskan bahwa penurunan penerimaan pajak dapat menyebabkan peningkatan utang atau pemangkasan anggaran di akhir periode.

"Padahal, akhir periode adalah waktu krusial untuk menyelesaikan berbagai proyek pemerintah," imbuhnya.

Untuk itu, Rossanto mendesak pemerintah untuk menerapkan government spending yang tepat guna dan sasaran. Program-program pro-rakyat, seperti subsidi energi dan program keluarga sejahtera, harus terus dievaluasi dan ditingkatkan efektivitasnya.

"Aktivitas konsumsi masyarakat memiliki peran penting karena mendorong 60 persen perekonomian negara," tegasnya.

Kondisi saat ini menunjukkan adanya pengurangan dana transfer daerah, yang berpotensi meningkatkan pajak di berbagai daerah.

Baca Juga: IPAL dan Sampah Jadi Sorotan, Hanya 2 dari 7 SPPG di Silo Jember yang Dinilai Layak

"Daya beli masyarakat akan semakin tertekan jika pajak bumi dan bangunan (PBB) naik," kata Rossanto.

Rossanto juga menuturkan perlunya evaluasi terhadap belanja-belanja yang kurang produktif. Belanja pegawai harus lebih difokuskan pada hal-hal yang strategis dan pro-rakyat.

"Pemerintah perlu memprioritaskan kembali alokasi anggaran, termasuk untuk program MBG," ujarnya.

Anggaran untuk program MBG pun tidak luput dari catatan khusus. Rossanto berpendapat bahwa jika anggaran tersebut dialokasikan untuk meningkatkan layanan kesehatan, masyarakat pengguna BPJS akan sangat terbantu dan produktivitas meningkat.

Baca Juga: Pemkab Jember Rekom Penghentian SPPG Al-Mubarok dan Sumbersari 2 ke BGN

Menurut Rossanto, kebijakan seperti MBG perlu dikaji ulang. Pemerintah sebaiknya memprioritaskan sektor-sektor yang benar-benar membutuhkan perhatian, bukan hanya sekadar memenuhi janji kampanye.

Peningkatan target pajak di tengah kondisi ekonomi yang dinamis menuntut pemerintah untuk lebih cermat dalam mengelola anggaran.

Prioritas pada belanja pro-rakyat dan evaluasi terhadap kebijakan yang kurang efektif adalah kunci untuk menjaga stabilitas ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Editor : Ni'am Kurniawan
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.