Minggu, 07 Jun 2026 09:37 WIB

20 Ribu Orang Akan Meriahkan Hari Santri di Banyuwangi

Bupati Anas bersama ribuan santri saat acara Festival Santri di Banyuwangi.
Bupati Anas bersama ribuan santri saat acara Festival Santri di Banyuwangi.

jatimnow.com - Peringatan Hari Santri 2018 bakal berlangsung semarak di Kabupaten Banyuwangi. Sejumlah acara telah disiapkan untuk menyambut Hari Santri yang diperingati setiap 22 Oktober itu berdasarkan Keputusan Presiden nomor 22 tahun 2015.

"Acaranya mulai pagi hingga malam. Insya Allah jika ditotal seluruh rangkaian acaranya bakal diikuti 20 ribu santri se-Banyuwangi," ungkap Ketua Panitia Hari Santri Banyuwangi, Saifuddin Zuhri, Kamis (11/10/2018).

Baca Juga: Gus Salam Sowan ke Kiai Imjaz Jelang Muktamar NU ke-35

Acara bakal dimulai sejak pukul 08.00 WIB. Ribuan santri bakal melakukan ro'an (kerja bakti) membersihkan sampah di sepanjang jalan-jalan kota Banyuwangi.

"Ini adalah kontribusi santri untuk mengampanyekan gaya hidup bersih dan turut menjaga kebersihan. Dengan lingkungan yang bersih, beribadah nyaman, hidup menjadi lebih sehat, bekerja lebih semangat,” terang Gus Udin, sapaan karib Saifuddin Zuhri.

Pada saat bersamaan, lanjut Gus Udin, juga dilaksanakan khotmil Qur'an di Taman Blambangan yang terletak tepat di jantung kota Banyuwangi. Tepat pukul 12.30 WIB juga akan dilaksanakan kirab santri.

"Kirab nanti akan dibuat beregu dari masing-masing kontingen pesantren, madrasah diniyah, TPQ, TPA dan kelompok-kelompok pengajian se-Banyuwangi," terangnya.

Seusai kirab, para peserta akan menggelar apel kebangsaan. Apel ini bertujuan untuk menegaskan esensi peringatan HSN tahun ini yang mengambil tema "Bersama Santri Damailah Negeri”.

Baca Juga: Penyelundupan Ratusan Burung Tanpa Dokumen Digagalkan di Ketapang

Para santri juga mempresentasikan beragam film pendek tentang pesantren yang dilombakan. “Kami sengaja mendorong santri membuat film pendek tentang pesantren untuk memperkenalkan ke publik luas tentang pesantren sebagai lembaga pendidikan yang menjadi fondasi SDM bangsa ini sejak ratusan tahun silam,” ujarnya.

Usai salat Maghrib, acara dilanjutkan dengan istighasah kebangsaan. Acara yang diikuti oleh kiai se-Banyuwangi ini bertujuan untuk memanjatkan doa bagi keselamatan dan kedamaian negeri.

“Kita semua berdoa agar seluruh negeri dihindarkan dari bencana, kita semua mendapat selamat dunia dan akhirat,” ujarnya.

Baca Juga: Lomba Pioneering Latih Kekompakan dan Mental Santri Nurul Jadid

“Demikian pula tensi politik menjelang 2019 yang mulai meninggi dan rentan dengan gesekan di tengah masyarakat. Untuk itu, kami memohon kepada Allah SWT agar semuanya berjalan lancar, tanpa ada masalah apapun, dan bangsa Indonesia tetap damai," harap Sekretaris PCNU Banyuwangi itu.

Usai istigasah kebangsaan, para santri juga akan dihibur dengan penampilan penyanyi religi Opik.

 

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Menkop Dukung Kemitraan Petani-Koperasi di Kediri, Kejar Swasembada Gula 2028

Kolaborasi ini merupakan bentuk sinergi nyata antara koperasi, petani, dan pelaku industri.

Akhir Pekan Cuaca di Surabaya Cerah, tapi Waspada Panas yang Menyengat

Tidak terlihat adanya potensi hujan yang signifikan sepanjang hari. Cuaca mendukung berbagai aktivitas masyarakat, khususnya aktivitas di luar ruangan.

Tuai Polemik, Komisi III DPRD Kota Probolinggo Sidak Proyek Swalayan Jalan Cokro

Komisi III telah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi untuk memastikan kelengkapan izin proyek di atas lahan seluas 1,3 hektare tersebut.

Update Kepulangan Haji 2026: 7.581 Jemaah Tiba via Debarkasi Surabaya

Update kepulangan haji 2026 Debarkasi Surabaya: 7.581 jemaah dari 20 kloter tiba di Tanah Air. 2 jemaah asal Malang wafat, 3 lainnya dirawat di RS Arab Saudi.

Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional di Jember, Lansia Tangguh Indonesia Tumbuh

Pengalaman dan kebijaksanaan yang dimiliki para lansia merupakan fondasi penting dalam pembangunan bangsa.

Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Lakukan Pemilahan Sampah Dari Sumber

Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026, Pemkab Tulungagung gelar deklarasi gerakan pemilahan dan pengolahan sampah dari sumber.