Minggu, 14 Jun 2026 23:40 WIB

Gus Lilur: Jangan Sampai Gerakan Diklaim Aktivis 98!

HRM. Khalilur R Abdullah Sahlawiy atau yang akrab disapa Gus Lilur. (Foto/Dok Pribadi)
HRM. Khalilur R Abdullah Sahlawiy atau yang akrab disapa Gus Lilur. (Foto/Dok Pribadi)

jatimnow.com - Pernyataan mengejutkan datang dari Ketua Umum Netra Bangsa Indonesia (NBI), HRM. Khalilur R Abdullah Sahlawiy atau yang akrab disapa Gus Lilur, terkait rencana aksi demonstrasi yang akan disuarakan oleh aktivis 98.

Gus Lilur merasa heran mengapa aktivis dari era 98 masih harus turun tangan menyuarakan tuntutan di tahun 2025, yang notabene sudah berada di abad ke-21.

Baca Juga: Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

"Saya kaget dan heran ketika membaca undangan rilis pada wartawan bahwa Aktivis 98 akan menggelar jumpa pers untuk menyuarakan tuntutan mereka," ujar Gus Lilur dalam keterangannya, Sabtu (30/8/2025).

"Apakah tidak ada aktivis di Republik Indonesia pada Abad 21 di Tahun 2025 sehingga Aktivis 98 terpaksa harus merilis tuntutan aksi demonstrasi yang bahkan banyak dilakukan anak STM?" tanyanya retoris.

Gus Lilur menegaskan bahwa aktivis 98 memiliki identitas dan semangat perjuangan tersendiri yang tidak bisa diklaim oleh generasi sebelumnya.

"Dulu, saat saya masih menjadi mahasiswa tahun 1998, saya tidak mau Gerakan 98 diklaim oleh Gerakan 72, 80 bahkan oleh Gerakan 90-an. Aktivis 98 adalah aktivis 98," tegasnya.

Ia juga menggaris bawaei perbedaan kondisi antara era 98 dengan era saat ini. Menurutnya, aksi demonstrasi di era 98 murni digerakkan oleh mahasiswa, tanpa "nebeng" atau ditunggangi oleh kepentingan lain.

"Dulu, aksi demonstrasi kami murni digerakkan oleh mahasiswa, tidak nebeng demo organ lain seperti ojek online yang sedang berduka karena saudaranya menjadi korban," jelasnya.

Baca Juga: DPRD Surabaya Dukung Penegakan Hukum Kasus Pengeroyokan Siswa SMAN 11

Oleh karena itu, Gus Lilur mengajak para aktivis abad 21 untuk tampil dan menunjukkan eksistensinya. Ia berharap gerakan mereka tidak diklaim oleh aktivis dari generasi sebelumnya, apalagi ditunggangi oleh pihak-pihak yang memiliki kepentingan terselubung.

"Wahai rekan aktivis 2025! Wahai adik-adik aktivis Abad 21! Hadir dan muncullah! Jangan mau gerakan kalian diklaim oleh gerakan aktivis Abad 20, apalagi ditunggangi koruptor bangsat mafia minyak yang sekarang kabur ke luar negeri," serunya.

Gus Lilur juga berpesan agar para aktivis abad 21 memberikan kesempatan kepada presiden terpilih untuk memimpin negara ini. Ia mengingatkan bahwa biaya yang harus dikeluarkan akan terlalu mahal jika aktivis abad 21 harus mengganti presiden.

"Beri Prabowo Subianto kesempatan menyelesaikan kepemimpinannya! Selamat datang di dunia gerakan Indonesia wahai aktivis Abad 21! Bergeraklah! Bersihkanlah Indonesia dari para durjana! Di tangan aktivis Abad 21 mimpi Indonesia Emas wajib menjelma," pungkasnya.

Baca Juga: Dewan Kesenian Surabaya Persoalkan Ultimatum 7 Hari Pengambilan Gamelan

Pernyataan Gus Lilur ini memicu diskusi hangat di kalangan aktivis dan masyarakat sipil. Banyak yang mendukung seruannya agar generasi muda tampil sebagai garda depan perubahan, namun ada juga yang berpendapat bahwa kolaborasi lintas generasi tetap diperlukan untuk mencapai tujuan bersama.

Sebagaimana diketahui, beberapa hari terakhir demo ricuh terjadi di beberapa wilayah di Indonesia. Demo Surabaya di Grahadi juga berakhir bentrok dengan aparat. Pos Polisi dibakar oleh massa yang meluapkan amarahnya.

Aksi demonostrasi juga berlanjut pada Sabtu (30/8) di Polrestabes Surabaya yang berujung ricuh. Aksi ini ditengarai kekecewaan dan luapan emosi pasca wafatnya Affan Kurniawan, seorang pengemudi ojek online yang menjadi korban dilindas mobil rantis Brimob dalam demonstrasi di Jakarta.

Editor : Ni'am Kurniawan
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.

Curi Uang Kotak Amal Masjid, Pria di Blitar Diarak Warga

Pihak takmir masjid dan warga jemput pelaku di rumah, kini pelaku sudah diserahkan ke pihak berwajib.