Senin, 22 Jun 2026 01:47 WIB

Makan Bergizi Gratis Dirasa Hambar, Ini Kata Tenaga Ahli Badan Gizi Nasional

Ilustrasi MBG di Tulungagung. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)
Ilustrasi MBG di Tulungagung. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)

jatimnow.com Keberadaan Makan Bergizi Gratis (MBG) masih menjadi pro kontra. Anak-anak cenderung tidak menyukai olahan makanan dari pemerintah tersebut karena dirasa hambar.

Menanggapi hal tersebut, Tenaga Ahli Badan Gizi Nasional Ahmad Kudori menjelaskan, program makan gizi gratis bukan hanya untuk pemenuhan gizi anak, ibu hamil, dan ibu menyusui tetapi juga sebagai edukasi makan makanan sehat.

Baca Juga: Petani Jember Belum Rasakan Manfaat Ekonomi Program MBG

"Kalau hambar, anak-anak kita mungkin karena sudah terbiasa dengan makan instan. Rasanya kan enak kan di lidah instan? Kenapa kok rasanya enak di lidah instan itu? Kita melatih anak-anak kita untuk belajar tidak mengkonsumsi terlalu banyak bahan kimia," jelasnya saat di Kediri.

Kudori menambahkan, dalam setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terdapat ahli gizi yang akan menentukan porsi maupun kandungan gizi dalam setiap makanan yang disajikan. Salah satunya pemberian susu yang tidak diberikan setiap hari.

Baca Juga: Mahasiswa Universitas Brawijaya Tolak Kampus Kelola SPPG, Rektorat Bungkam

Sementara nilai porsi MBG terdiri dari dua tipe yakni untuk anak kelas 3 SD ke bawah, PAUD, balita dengan   nilai bahan makan Rp8.000 per porsinya, sedangkan bagi anak kelas 4 SD ke atas, SMP, SMA adalah Rp10.000 per porsinya.

"Makan bergizi gratis itu kan 1 kali makan, sehari kan 1 kali. Makan pagi ada yang untuk anak-anak TK, PAUD, kan pagi dia sekolahnya. Untuk siang, makan siang anak SMP, SMA gitu," terangnya.

Baca Juga: BGN Hentikan Operasional Puluhan Dapur MBG di Probolinggo Gegara Limbah

Di Kabupaten Kediri sendiri sudah ada lebih dari 10 SPPG  yang sudah beroperasi dan direncanakan akan bertambah lagi sesuai jumlah kebutuhan penerima manfaat. Untuk diketahui setiap satu SPPG, memiliki kapasitas sebanyak 3.000 hingga 3.500 penerima manfaat.

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.