Jumat, 19 Jun 2026 12:18 WIB

Syariah Award Jawa Timur 2025, Kota Kediri Komitmen Perkuat Ekosistem Halal

  • Penulis :
  • | Rabu, 27 Agu 2025 18:45 WIB
Verifikasi Syariah Award Jawa Timur 2025. (Foto: Pemkot Kediri/jatimnow.com)
Verifikasi Syariah Award Jawa Timur 2025. (Foto: Pemkot Kediri/jatimnow.com)

jatimnow.com - Kota Kediri menerima kunjungan tim verifikasi lapangan Syariah Award Jawa Timur 2025 dari Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) Jawa Timur, Rabu (27/8/2025).

Sejak keikutsertaan perdananya tahun lalu Kota Kediri telah menapaki jejak prestasi dalam Syariah Award dengan meraih prestasi juara satu kategori Zona KHAS (Kawasan Halal, Aman dan Sehat). Menurut Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati, prestasi ini bukanlah tujuan akhir melainkan pintu awal untuk terus menghadirkan kebijakan dan program nyata yang berpihak pada pengembangan ekonomi syariah, pemberdayaan UMKM, serta terciptanya ekosistem halal yang inklusif.

Baca Juga: Jelang Suroan, Mbak Vinanda Minta Satpol PP Berantas Peredaran Miras di Kota Kediri

Mbak Vinanda menerangkan salah satu wujud nyata komitmen tersebut adalah lahirnya zona KHAS di Kota Kediri. Setelah sebelumnya di tahun 2023, telah diresmikan Zona KHAS Soto Bok Ijo Tamanan, tahun ini Kota Kediri menghadirkan inovasi dengan menjadikan Foodcourt Kediri Town Square (KETOS) sebagai Zona KHAS pertama di dalam mall di Indonesia.

Hal ini menjadi kebanggaan bagi Kota Kediri. Karena selain melindungi konsumen dengan jaminan halal, aman, dan sehat, keberadaan zona ini juga menambah daya tarik pusat perbelanjaan, mendorong tumbuhnya UMKM kuliner, serta memperkuat citra Kediri sebagai kota ramah wisatawan muslim.

"Lebih dari itu dengan hadirnya Zona KHAS di Mall kami ingin menujukkan bahwa halal bukan sekedar label. Tetapi gaya hidup yang bisa hadir dengan nyaman di ruang publik modern. InsyaAllah ini menjadi salah satu bukti nyata bagaimana ekosistem halal tumbuh di Kota Kediri," jelasnya.

Wali kota termuda ini mengungkapkan di Kota Kediri dalam membangun ekosistem ini dilakukan dengan berbagai langkah kolaboratif. Mulai dari penguatan Zona KHAS Kuliner Halal, pengembangan Kampung Halal, yang melibatkan UMKM, fasilitasi sertifikasi halal melalui Halal Center Uin Syekh Wasil, hingga Festival Halal yang diselenggarakan setiap tahun. Dimana dalam Festival Halal ini mempertemukan pelaku usaha dengan lembaga keuangan dan investor. Hingga saat ini ribuan pelaku usaha kuliner di Kota Kediri sudah tersertifikasi halal. Bahkan melampaui target yang ditetapkan.

"Selain itu Ponpes di Kota Kediri juga turut berperan aktif dalam penguatan ekonomi umat melalui Koperasi Pesantren dan unit-unit usaha produktif. Kehadiran lembaga keuangan mikro syariah, termasuk BMT, KSPPS hingga Bank Wakaf Mikro semakin memperkokoh ekosistem keuangan syariah di Kota Kediri," ungkapnya.

Baca Juga: Wali Kota Kediri Dorong Data Akurat untuk Pembangunan dalam Sensus Ekonomi 2026

Mbak Wali menegaskan bahwa ekonomi syariah bukan hanya tentang transaksi bisnis. Tetapi juga jalan untuk menghadirkan keberkahan, keadilan, dan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat. Kota Kediri membuka diri untuk terus belajar, berbenah dan berkolabolarasi dengan semua pihak. Termasuk KDEKS Provinsi Jawa Timur.

"Tentunya harapan besar kami Kota Kediri bisa menjadi salah satu contoh kota yang konsisten membangun ekonomi syariah yang berdaya saing. Sekaligus memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat," tegasnya.

Ketua Tim Verifikasi Lapangan sekaligus Wadir Eksekutif I KDEKS Jatim Abdul Mongid menjelaskan ada tiga tujuan utama kedatangan tim verifikasi lapangan ke Kota Kediri. Pertama adalah untuk bersilaturahmi bersama Pemkot Kediri. Di sini semua pihak terkait bisa berkumpul bersama untuk membahas pengembangan ekonomi syariah di Kota Kediri. Kedua, KDEKS menyampaikan terima kasih atas dukungan Pemkot Kediri sebab salah satu kontribusi kemenangan Jawa Timur dalam Anugerah Adinata Syariah 2025 adalah adanya Zona KHAS di Kota Kediri.

Baca Juga: DLHKP Kota Kediri Cek Armada Operasional, Pastikan Layanan Tetap Optimal

“Jadi Kota Kediri termasuk pionir. Tentu ucapan terima kasih ini bisa kaitkan dengan kebersamaan dari semua lembaga yang ada di Kota Kediri. Harapan kami semakin banyak lagi program yang bagus apalagi di sini punya potensi besar di pengembangan wisata," ujarnya.

Abdul Mongid menambahkan, untuk tujuan ketiga adalah ingin mengonfirmasi terkait isian kuesioner yang telah diisi oleh Pemkot Kediri. Tim ini melakukan verifikasi lapangan. Tentu tim menggali lebih dalam melalui beberapa pertanyaan dan pendalaman data, khususnya terkait pengisian kuesioner Syariah Award.

"Terima kasih atas sambutan Mbak Wali beserta jajaran yang sungguh luar biasa hangat. Mari kita bersama-sama mengembangkan ekonomi syariah. Di Kota Kediri ini banyak sekali yang bisa dikembangkan," imbuhnya.

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.