Rabu, 17 Jun 2026 22:25 WIB

Pencarian Korban Gempa Palu Dihentikan, Ini Harapan Keluarga

Salah satu keluarga menunjukkan foto korban
Salah satu keluarga menunjukkan foto korban

jatimnow.com - Keluarga korban bencana gempa dan tsunami yang terjadi di Palu dan Donggala, asal Tulungagung berharap pemerintah bisa memperpanjang proses pencarian dan evakuasi korban.

Hal ini menyusul keputusan pemerintah, yang menghentikan proses pencarian dan evakuasi korban mulai 11 Oktober 2018.

Baca Juga: Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

Sebelumnya proses tersebut sudah diperpanjang selama tujuh hari, namun hingga saat ini korban belum berhasil ditemukan semua.

Supeni (55), ayah dari salah satu korban, Hera Bhakti Sulistya, mengaku sudah siap untuk menerima segala kemungkinan terkait nasib anak sulungnya ini.

Meskipun hingga saat ini begitu belum ada kepastian kabar, Supeni masih berharap anaknya bisa ketemu dengan kondisi selamat.

"Kami akan menggelar doa bersama bagi keselamatan Hera Bhakti Sulistya. Saya yakin Hera masih hidup hanya belum ditemukan saja," ujarnya Jumat (12/10/2018).

Hera merupakan ABK Tugbot Armada II yang saat peristiwa terjadi tengah bersandar di Palu. Korban diketahui baru bekerja di kapal tersebut setahun terakhir. Pihak perusahaan sudah menghubungi keluarga mengabarkan kejadian bencana ini.

Baca Juga: Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

Namun hingga saat ini PT Maluku Transitmen yang berpusat di Ambon ini, belum menghubungi kembali keluarga untuk membahas santunan.

"Belum ada pembahasan apapun terkait santunan, namun mereka sempat menawari keluarga untuk menyusul ke Palu, belum kami ambil karena beberapa pertimbangan," jelasnya.

Pihak keluarga menilai pemerintah sudah berusaha maksimal untuk melakukan proses evakuasi dan pencarian korban.

Mereka juga menyadari bahwa proses pemulihan pasca terjadinya bencana memerlukan waktu yang juga tidak lama. "Namun kami juga berharap proses evakuasi dan pencarian akan tetap dilakukan," harapnya.

Baca Juga: Asyik Nongkrong di Warung Kopi, Puluhan Pelajar di Tulungagung Terjaring Razia

Dalam bencana ini, terdapat tiga warga Tulungagung yang bekerja di kapal tersebut. Satu diantaranya bernama Lukman yang sudah ditemukan dalam kondisi sehat.

Sedangkan dua korban lain yakni Hera dan Prila masih belum ditemukan hingga saat ini.

Editor : Erwin Yohanes
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.