Senin, 22 Jun 2026 00:39 WIB

Menkes Luncurkan SIGALIH, Aplikasi Skrining Gangguan Penglihatan

Menteri Kesehatan Nila F Moeloek saat meluncurkan aplikasi SIGALIH, Kamis (11/10/2018).
Menteri Kesehatan Nila F Moeloek saat meluncurkan aplikasi SIGALIH, Kamis (11/10/2018).

jatimnow.com - Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Nila F Moeloek meluncurkan inovasi pencatatan dan pelaporan skrining gangguan penglihatan berbasis Android.

Peluncuran aplikasi Sistem Informasi Penanggulangan Gangguan Penglihatan Nasional yang disingkat SIGALIH itu dilakukan di Puslitbang Humaniora dan Manajemen Kesehatan Jalan Indrapura no 17 Surabaya, Kamis (11/10/2018).

Baca Juga: Yayasan Amway Peduli dan UC Surabaya Gelar Edukasi Kesehatan Anak Muda

Peluncuran ini bertepatan dengan peringatan pada penglihatan sedunia. Aplikasi ini sebagai upaya untuk menekan penyakit katarak hingga 0,5 persen dari 250 juta masyakarat di Indonesia.

"Diharapkan sistem ini akan terhubung dengan rumah sakit, sehingga tindak lanjut terhadap pasien yang telah dirujuk dapat tertangani dengan baik," ungkap Menteri Nila usai peluncuran.

Menkes Nila mengatakan sistem ini berbasis web atau android untuk melaporkan pencatatan dan pelaporan skrining gangguan penglihatan masyarakat Indonesia. Aplikasi ini untuk melakukan deteksi dini mata, khususnya di Pos Pembinaan Terpadu Penyakit Tidak Menular (Posbindu).

"Saat ini, prevalensi katarak di Indonesia mencapai 4,4 persen yang sudah diselesaikan sekitar 90 ribuan. Dengan adanya SIGALIH diharapkan memudahkan puskesmas dan rumah sakit dalam pendataan gangguan penglihatan masyakarat," tuturnya.

Baca Juga: Komisi D DPRD Jember Soroti Adanya Kepala Puskesmas yang Rangkap Jabatan

Nila menjelaskan, SIGALIH sudah disosialisikan pada kader, sehingga dapat meningkatkan upaya pencegahan gangguan penglihatan dengan deteksi dini gangguan penglihatan, seperti mata minus, penglihatan buram, dan katarak.

"Selain pencatatan dan pelaporan gangguan penglihatan di puskesmas dan rumah sakit, dapat meningkatkan informasi dan koordinasi untuk pelayanan lanjutan pasien," paparnya.

Dalam kesempatan itu, Menkes Nila F Moeloek melakukan video conference dengan perwakilan kabupaten seperti DKI Jakarta, Sulawesi Selatan dan lainnya untuk menanyakan kesiapan dalam menggunakan Sigalih.

Baca Juga: Kasus DBD di Lamongan Turun Drastis Dibanding Tahun Lalu

Selain itu, kegiatan ini juga dihadiri anak-anak sekolah dasar perwakilan dari Surabaya untuk melakukan check up dini mata dan mencoba simulasi pencegahan kelainan mata.

 

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.