Selasa, 16 Jun 2026 17:02 WIB

Bangunan SDN 2 Kradinan Tulungagung Rusak Diterjang Longsor

Kondisi SDN 2 Kradinan Tulungagung. (Tangkapan layar warga)
Kondisi SDN 2 Kradinan Tulungagung. (Tangkapan layar warga)

jatimnow.com - Hujan deras menyebabkan longsor terjadi di Desa Kradinan, Kecamatan Pagerwojo, Kabupaten Tulungagung, Selasa (19/8/2025). Material longsor merusak bangunan SDN 2 Kradinan, serta menutup akses jalan penghubung Kabupaten Tulungagung-Trenggalek.

Material longsor berupa tanah, batu, dan pepohonan menutup seluruh badan jalan sehingga arus lalu lintas lumpuh. Kondisi ini membuat warga dan pengendara dari dua arah tidak bisa melintas.

Baca Juga: Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

Kapolsek Pagerwojo, AKP Guruh Yudhi Setiawan mengatakan, hujan deras mulai mengguyur wilayah tersebut sejak pukul 13.00 WIB. Pihaknya menerima informasi adanya kejadian longsor sekitar pukul 16.15 WIB. Material longsor merusak bangunan SDN 2 Kradinan yang tepat berada di bawah tebing. Bahkan sebagaian bangunan sekolah tersebut ikut terbawa material longsor ke bawah.

"Laporan yang masuk sementara, longsor merusak bangunan SD, untuk rumah warga tidak ada karena lokasi jauh dari kawasan pemukiman," ujarnya, Selasa (19/8/2025).

Baca Juga: Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

Selain menyebabkan kerusakan bangunan SDN 2 Kradinan, material longsor juga menutup total akses jalan alternatif penghubung wilayah Tulungagung-Trenggalek. Arus lalu lintas dari kedua wilayah ini lumpuh total. Masyarakat harus memutar untuk dapat melewati titik longsor ini.

“Akses jalan alternatif penghubung Tulungagung-Trenggalek juga tertutup total oleh material longsor," tuturnya.

Baca Juga: Asyik Nongkrong di Warung Kopi, Puluhan Pelajar di Tulungagung Terjaring Razia

Berdasar laporan sementara, tanah longsor masih terus bergerak hingga saat ini. Petugas belum dapat mendekat ke lokasi karena khawatir longsor semakin meluas. Kondisi medan di sekitar lokasi terdampak longsor masih berbahaya karena hujan deras masih mengguyur dan tanah bergerak. Sehingga proses pembersihan material longsor belum bisa dilakukan oleh tim gabungan dan masyarakat.

“Medan longsor tergolong berbahaya karena tanah masih labil dan berpotensi longsor susulan. Situasi tersebut membuat petugas gabungan belum berani menurunkan alat berat ke lokasi," pungkasnya.

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.