Sabtu, 20 Jun 2026 22:13 WIB

Jenguk Balita Korban Perdagangan Online, Kapolda: Tuntaskan Kasusnya!

  • Penulis :
  • | Kamis, 11 Okt 2018 19:45 WIB
Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan saat hendak menggendong balita korban perdagangan online, Kamis (11/10/2018).
Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan saat hendak menggendong balita korban perdagangan online, Kamis (11/10/2018).

jatimnow.com - Terbongkarnya sindikat pergagangan balita (bayi di bawah 5 tahun) secara online melalui media sosial instagram oleh Unit Jatanras Satreskrim Polrestabes Surabaya, menyita perhatian Kapolda Jatim, Irjen Pol Luki Hermawan.

Kamis (11/10/2018) petang, Luki bersama Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera dan sejumlah pejabat utama Polda Jatim menemui langsung 4 tersangka dan melihat kondisi sang balita.

Baca Juga: DPRD Surabaya Dukung Penegakan Hukum Kasus Pengeroyokan Siswa SMAN 11

Luki di dampingi Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Rudi Setiawan dan Kasat Reskrim, AKBP Sudamiran.

Pantauan di lokasi, Luki langsung menuju ruang perawatan balita dan menggendong sang balita laki-laki tersebut. "Keadaannya sehat, anaknya aktif dan alhamdulillah saat ini kita rawat dengan baik," paparnya di Mapolrestabes Surabaya.

Usai memastikan kondisi balita tersebut, Luki juga bertanya langsung kepada 4 tersangka yaitu ibu balita laki-laki berumur 11 bulan bernama Lariza Anggraini (22) yang kos di Jalan Bulak Rukem Timur Gang 1-A, No. 31, Surabaya.

Selain itu, Luki juga bertanya kepada Alton Phinandhita Prianto (29) warga Jalan Sawunggaling I Kavlingan No D-15, Jemundo, Sidoarjo yang merupakan pemilik akun instagram.

Baca Juga: Dewan Kesenian Surabaya Persoalkan Ultimatum 7 Hari Pengambilan Gamelan

Kemudian Ni Ketut Sukawati (66) pensiunan bidan asal Lambing Simbang Kaja, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung, Bali yang berperan sebagai perantara. Bahkan, Luki juga sempat berkomunikasi dengan Ni Nyoman Sirat (44) warga Sangging Sibang Kaja, Kabupaten Badung, Bali yang membeli balita laki-laki itu.

"Alasan ibunya terhimpit ekonomi. Sedangkan pemilik akun, mengelola jasanya itu hingga menjual belikan anak dengan mendapat upah dengan nilai tertentu," beber Luki.

Luki menambahkan, dari hasil pemeriksaan, Alton sang pemilik akun instagram lembaga kesejahteraan keluarga ternyata sudah aktif berkomunikasi dengan 10 wanita bermasalah sebelum dirinya tertangkap. Alton intens berkomunikasi melalui DM (direct massage) dan Whatsapp (WA).

Baca Juga: Dua Bulan Operasi, 192 Bandit Jalanan Surabaya Dikerangkeng

"Total sudah ada 3 anak yang terjual dan 1 berhasil kami selamatkan," tegas Luki.

Atas ungkap kasus itu, Luki memberikan mengapresiasi kinerja Satreskrim Polrestabes Surabaya. "Kasus ini akan terus di dalami dan dikembangkan. Kami sudah meminta agar kasus ini diungkap secara tuntas," pungkas Luki.

 

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.