Sabtu, 20 Jun 2026 16:15 WIB

Warga Ponorogo ini Lari Telanjang Saat Gempa Terjang Palu, Mengapa?

Thomas Suyanto saat bertemu dengan Bupati Ipong di Ponorogo.
Thomas Suyanto saat bertemu dengan Bupati Ipong di Ponorogo.

jatimnow.com - Nasib Thomas Suyanto sekeluarga termasuk beruntung. Sebab, warga Desa Baosan Lor, Kecamatan Ngrayun, Kabupaten Ponorogo masih diberikan umur panjang. Keluarga ini merupakan salah satu korban gempa Palu, Sulawesi Tengah.

Thomas yang tinggal di Jalan Batu Bata Indah, Tatura Utara, Palu itu bersyukur bisa kembali ke kampung halamannya bersama istri dan dua anaknya. Walaupun dengan selembar baju yang melekat di tubuhnya. Ia pun bernazar berjalan kaki dari Baosan Lor ke Kecamatan Ngrayun.

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

Mata Thomas terlihat berbinar-binar. Ia berulangkali mengucap syukur ketika ditanya bagaimana perasaannya bisa selamat.

"Alhamdulillah saya bisa selamat. Walaupun dengan berbagai perjuangan," terang Thomas membuka pembicaraan kepada jatimnow.com, Kamis (11/9/2018).

Ia mengaku, saat gempa mengguncang Palu pada Jumat (29/9/2018) sore, pagi harinya sudah merasakan gempa. Semakin siang, gempa itu semakin terasa guncangannya.

Meski demikian, Thomas mengaku tetap membuka kedai mie ayamnya seukuran 8x15 meter. Tempat itu juga digunakan untuk tempat tinggalnya bersama istri dan kedua anaknya.

"Saya sudah merasakan dari pagi. Siang juga makin banyak getarannya," terang pria kelahiran 1981 ini.

Namun, gempa yang dianggap biasa itu drastis berubah. Sore harinya, mendadak awan hitam menyelimuti kota yang semula cerah dengan terik panas matahari itu.

“Ada gempa keluar, mereda, berselang beberapa menit gempa lagi, keluar rumah lagi,’’ ungkap suami Inuk Sarmini itu.

Baca Juga: Ada Apa dengan Film Pesta Babi?

Menjelang maghrib, tepatnya pukul 17.00 waktu setempat, ia pun mandi di rumahnya. Sementara Inuk Sarmini, istrinya menunggu kedai mienya karena khawatir sewaktu-waktu ada pembeli.

Berselang dua menit kemudian, gempa dahsyat terjadi dan merasakan rumahnya yang terbuat dari papan kayu mulai roboh. Tanpa pikir panjang, ia pun langsung lari keluar rumah dan merasakan bumi seolah bergeser.

"Saat itu saya hanya pasrah dan lari sekencang-kencangnya ke luar rumah. Tanpa sadar, saat itu saya keluar rumah dengan telanjang bulat," ungkapnya.

Setelah gempa mereda, ia bergegas lari mengambil pakaian di dalam rumah yang ditakutinya bakal roboh. Ia mengaku, memakai bajunya pun di luar.

"Kemudian saya menolong istri yang kejatuhan motor, untung selamat beserta anak bungsu saya digendongnya,” ujarnya.
Setelahnya, ia bersama istri dan anaknya menuju Bandara Mutiara SIS Al-Jufri, Palu. "Berjalan kaki 7-an km. Sepanjang jalan, saya melihat seluruh bangunan luluh lantah. Jalan yang saya lewati retak. Tidak jarang saya jatuh karena tersandung oleh retakan jalan tersebut," ujarnya.

Baca Juga: Viral Wisatawan Asal China Diintimidasi Oknum Ojek Pangkalan di Probolinggo

Saat itu, ia menjalankan nazarnya. Selama tiga hari berturut-turut, sejak Senin (7/10/2018) berjalan dari rumahnya ke Kecamatan Ngrayun.

"Kalau PP ada 10 km. Tapi itu nazar saya. Kalau selamat saya harus jalan kaki. Dan ini saya lakukan," pungkasnya.

 

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.