Sabtu, 20 Jun 2026 22:13 WIB

Menjadi Pemimpin Publik yang Sejati, Belajar dari Kisruh Pajak di Pati

  • Penulis :
  • | Kamis, 14 Agu 2025 08:15 WIB
Ulul Albab. Foto/dok. Pribadi
Ulul Albab. Foto/dok. Pribadi

Oleh: Ulul Albab
Akademisi dan Ketua ICMI Jawa Timur

DI negeri ini, kita tidak kekurangan teladan kepemimpinan. Rasulullah SAW telah memberikan contoh sempurna: memimpin dengan kasih sayang, amanah, dan penuh pengabdian kepada umat.

Baca Juga: Jangan Biarkan Kasus MBG Tenggelam

Di tanah air sendiri, Ki Hajar Dewantara meninggalkan ajaran yang amat indah: “Ing ngarso sung tulodo, ing madyo mangun karso, tut wuri handayani” pemimpin di depan memberi teladan, di tengah memberi semangat, dan di belakang memberi dorongan.

Namun, yang sering kita lihat justru sebaliknya. Terlalu banyak pemimpin publik yang bersikap arogan, merasa berkuasa penuh, dan lupa bahwa sejatinya mereka adalah pelayan rakyat, bukan majikan rakyat.

Padahal, dalam demokrasi, rakyatlah majikan sejati. Jabatan hanyalah mandat sementara, bukan hak milik pribadi.

Kasus di Pati baru-baru ini menjadi cermin pahit. Kebijakan menaikkan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) hingga 250% tanpa komunikasi publik yang bijak, ditambah pernyataan menantang rakyat untuk berdemo, menyingkap persoalan mendasar, yaitu: kurangnya kesadaran bahwa jabatan publik menuntut public service mindset, bukan power mindset.

Pemimpin yang menganggap dirinya “tak tersentuh” akan mudah mengabaikan rasa keadilan dan sensitivitas sosial.

Kita tentu memahami bahwa pajak adalah darah pembangunan. Namun, menaikkan pajak tanpa analisis daya bayar masyarakat, tanpa musyawarah yang terbuka, apalagi dengan bahasa yang menyinggung, sama saja mengundang badai.

Kepemimpinan bukan sekadar memutuskan, tapi juga memastikan keputusan itu dapat diterima dengan akal sehat dan hati lapang oleh rakyat.

Di sinilah pentingnya good governance:

Baca Juga: MBG, Korupsi dan Kegagalan Tata Kelola Kebijakan

• Partisipasi publik: melibatkan masyarakat dalam perumusan kebijakan, bukan sekadar mengumumkan keputusan.

• Akuntabilitas: setiap kebijakan harus bisa dipertanggungjawabkan, baik secara moral maupun administratif.

• Transparansi: rakyat berhak tahu alasan, hitungan, dan dampak dari setiap kebijakan.

• Keadilan: kebijakan harus mempertimbangkan kelompok paling rentan, bukan hanya kepentingan fiskal semata.

Kepemimpinan publik yang baik bukan diukur dari seberapa keras ia bisa memerintah, tapi seberapa tulus ia melayani.

Baca Juga: Lomba Pioneering Latih Kekompakan dan Mental Santri Nurul Jadid

Nabi Muhammad SAW bersabda: “Pemimpin suatu kaum adalah pelayan mereka” (HR. Abu Dawud). Pesan ini sederhana namun dalam: semakin tinggi jabatan, semakin besar kewajiban untuk merendah dan melayani.

Sudah saatnya semua pemimpin, mulai dari Ketua RT hingga Presiden, menginternalisasi prinsip ini. Jika tidak mampu, tidak salah untuk mundur dengan terhormat daripada terus melukai hati rakyat. Sebab, mandat kepemimpinan adalah amanah, bukan alat untuk memamerkan kekuasaan.

Dari kisah di Pati, kita diingatkan: membangun negeri bukan hanya soal infrastruktur, tapi membangun kepercayaan. Dan kepercayaan hanya tumbuh dari pemimpin yang berjiwa pelayan, rendah hati, transparan, dan berpihak kepada rakyatnya.

 

Editor : Ali Masduki
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.