Senin, 22 Jun 2026 15:17 WIB

Aktivis Desak Menteri LH RI untuk Perjuangkan Pengurangan Produksi Plastik

Aeshnina Azzahra Aqilani, seorang aktivis lingkungan muda dari River Warrior Indonesia. Foto/JatimNow.com
Aeshnina Azzahra Aqilani, seorang aktivis lingkungan muda dari River Warrior Indonesia. Foto/JatimNow.com

jatimnow.com – Aeshnina Azzahra Aqilani, seorang aktivis lingkungan muda dari River Warrior Indonesia, menyampaikan surat terbuka kepada Menteri Lingkungan Hidup (LH) Republik Indonesia, Hanif Faisol Nurofiq, menjelang pertemuan penting Intergovernmental Negotiating Committee (INC-5.2) di Jenewa, Swiss.

Pertemuan yang berlangsung dari tanggal 5 hingga 14 Agustus 2025 ini dihadiri oleh lebih dari 3.700 peserta dari 184 negara dan 619 organisasi pengamat, dengan tujuan merumuskan perjanjian global untuk mengakhiri polusi plastik.

Dalam suratnya, Aeshnina mendesak Menteri Hanif, yang juga menjabat sebagai Ketua Delegasi Indonesia, untuk memperjuangkan perjanjian yang mengikat secara hukum dan berfokus pada pengurangan produksi plastik.

Baca Juga: Pakar Sebut Akuakultur Jadi Solusi Ketahanan Pangan di Tengah Krisis Iklim

Ia menyoroti dampak buruk polusi plastik terhadap lingkungan, kesehatan manusia, dan perubahan iklim.

"Plastik mendorong perubahan iklim dan mencemari lautan, sungai, tanah, udara, serta berdampak pada manusia dan makhluk hidup lainnya. Plastik meracuni komunitas, rumah, dan tubuh kita," tulis Aeshnina dalam suratnya.

Baca Juga: Kampung SIBA KLASIK Gresik Terapkan Kurban Minim Sampah

Ia juga menyinggung penelitian terbaru yang menemukan adanya kontaminasi mikroplastik dalam darah, ketuban, dan air seni ibu hamil di Gresik, serta udara di 20 kota besar di Indonesia.

Aeshnina menegaskan perlunya tindakan nyata dan ambisius untuk mengatasi krisis polusi plastik.

"Kita harus berhenti memproduksi plastik dalam jumlah besar; Saat inilah waktu yang tepat untuk mengakhiri dampak plastik terhadap lingkungan dan kesehatan manusia," tegasnya.

Aktivis muda ini juga mengajak semua pihak, termasuk masyarakat global, ilmuwan, pelaku bisnis, dan delegasi Indonesia, untuk bersatu dalam upaya mengatasi ancaman polusi plastik. Ia meyakini bahwa solusi untuk masalah ini sudah ada dan tidak perlu dipersulit.

"Jika kita benar-benar ingin hidup di lingkungan bersih dan sehat, tidak akan sempat menghalangi perjanjian ini. Jangan khawatir akan kehilangan profit. Jika Anda renungi lagi, jika kita memprioritaskan planet dan people, akan sangat mudah untuk mendapatkan profit," lanjut Aeshnina.

Aeshnina berharap Menteri Hanif dan Delegasi Indonesia dapat memainkan peran kunci dalam mewujudkan Perjanjian Plastik Global yang kuat dan efektif.

Baca Juga: Cara Unik Tempat Nongkrong Surabaya Ajak Gen Z Peduli Isu Lingkungan

"Saya berharap kepada Pak Menteri dan Ketua Delegasi Indonesia di INC 5.2 untuk berupaya mewujudkan Perjanjian Plastik Global yang kuat dan mengikat secara hukum agar menciptakan masa depan yang bebas dari polusi plastik, kesehatan dan planet kita sejahtera, untuk sekarang dan untuk generasi mendatang," pungkasnya.

Editor : Tim Jatimnow
Berita Terbaru

DPW NasDem Jatim Tunjuk Soehadi Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Penunjukan tersebut merupakan bentuk penghargaan dan apresiasi atas dedikasi, loyalitas, serta pengabdian Mulyono selama memimpin dan membesarkan Partai NasDem di Kabupaten Bojonegoro.

Soehadi Moeljono Ditunjuk Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Pengalaman panjang dan kontribusi Mulyono dalam membangun struktur partai di Bojonegoro masih sangat dibutuhkan.

Kenang Almarhum Rektor, UIN KHAS Jember Pakai Pita Hitam di Liga Mahasiswa

Sebuah bingkai foto almarhum Prof. Hepni juga tampak dibawa ke tengah lapangan oleh para pemain UIN KHAS.

Tak Sekadar Hiburan, Musik Miliki Peran Krusial di Berbagai Elemen Kehidupan

Musik memegang peranan krusial yang menyentuh berbagai elemen kehidupan, mulai dari aspek sosial, edukasi, hingga menjadi identitas budaya suatu bangsa.

Adela Kanasya Adies Jaga Soliditas Jaringan Relawan Surabaya

Adela Kanasya Adies menemui 1.000 relawan di Surabaya demi menjaga komunikasi politik pasca-PAW menggantikan politisi senior Adies Kadir.

Ketum PBNU Paparkan Capaian di Munas Konbes, Ini Hasilnya

Gus Yahya paparkan capaian organisasi, mulai dari tata kelola organisasi, kaderisasi terstruktur, transformasi digital, aset dan kemandirian, hingga peran kebangsaan dan global.