Kamis, 18 Jun 2026 14:57 WIB

Pasutri di Tulungagung Ditemukan Tewas Berdampingan di Rumahnya, Ini Penyebabnya

Olah TKP pasutri tewas di Tulungagung. (Foto: Polres Tulungagung/jatimnow.com)
Olah TKP pasutri tewas di Tulungagung. (Foto: Polres Tulungagung/jatimnow.com)

jatimnow.com - Warga Desa Panggungkalak, Kecamatan Pucanglaban, Kabupaten Tulungagung digegerkan dengan temuan jenazah pasutri warga setempat. SMR (57) dan istrinya SGN (50) ditemukan meninggal dunia berdampingan. Diduga kuat korban mengakhiri hidupnya dengan cara minum racun. Hingga saat ini polisi masih mendalami kasus tersebut.

Kanit Reskrim Polsek Pucanglaban, Aiptu Bilal Ahmar menerangkan jenazah pasutri ini ditemukan oleh keponakannya sekitar pukul 07.00 WIB. Saat itu saksi disuruh oleh orang tuanya untuk membangunkan pasutri tersebut. Saksi curiga karena lampu bagian depan rumah masih menyala. Saksi melihat korban seperti tertidur namun saat didekati keduanya ternyata sudah tidak bernafas.

Baca Juga: Sasar Lansia, Residivis Jambret Asal Malang ditangkap Polisi Tulungagung

“Saksi masuk dari pintu belakang rumah karena pintu depan terkunci," ujarnya, Minggu (10/8/2025).

Melihat kondisi tersebut saksi lalu melaporkan kejadian ini ke warga. Mereka meneruskan laporan ini ke pihak berwajib. Polisi yang tiba di lokasi kejadian langsung melakukan olah TKP. Mereka mengamankan barang bukti berupa sisa makanan, gelas dan dua botol racun tikus cair.

Baca Juga: Satlantas Polres Tulungagung Tilang Truk Besar yang Nekat Masuk Jalur Alternatif

“Yang satu botol sudah habis, satu lainnya masih ada sisa sedikit," tuturnya.

Dari hasil pemeriksaan medis, korban diduga meninggal dua jam sebelum ditemukan. Berdasarkan keterangan sejumlah saksi pasangan ini jarang terdengar terlibat cekcok. Hingga saat ini polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui motif peristiwa tersebut.

Baca Juga: Tabrak Pohon, Truk Pengangkut Ikan Asal Lamongan Terguling di JLS Tulungagung

“Kuat dugaan karena faktor ekonomi," pungkasnya.

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.