Sabtu, 20 Jun 2026 00:00 WIB

Komisi D DPRD Ponorogo Sidak Sekolah Rakyat, Temukan Urgensi Pagar Pembatas

Komisi D DPRD Ponorogo Sidak Sekolah Rakyat, Temukan Urgensi Pagar Pembatas Demi Keamanan Siswa. (Foto: Ahmad Fauzani/jatimnow.com)
Komisi D DPRD Ponorogo Sidak Sekolah Rakyat, Temukan Urgensi Pagar Pembatas Demi Keamanan Siswa. (Foto: Ahmad Fauzani/jatimnow.com)

jatimnow.com - Komisi D DPRD Kabupaten Ponorogo melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Sekolah Rakyat Integrasi 5 Ponorogo yang berada di Jalan Trunojoyo, Kelurahan Tambakbayan, Rabu (6/8/2025).

Sidak ini dilakukan untuk memantau secara langsung kondisi lingkungan serta sarana prasarana pendidikan di sekolah yang mengusung konsep integrasi dan berasrama tersebut. Para anggota dewan meninjau area sekolah mulai dari halaman, ruang makan, ruang kelas, hingga asrama siswa.

Baca Juga: Sekolah Rakyat di Kota Kediri Sepi Peminat, Sistem Asrama Jadi Kendala

Saat sidak berlangsung, para siswa tengah mengikuti kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Di ruang makan, siswa tampak menikmati jatah snack yang disediakan dengan lahap, menunjukkan suasana yang nyaman dan akrab.

Ketua Komisi D DPRD Ponorogo, Riyanto, mengapresiasi kondisi fasilitas Sekolah Rakyat Integrasi 5 Ponorogo yang dinilainya sudah cukup memadai. Namun demikian, ia menyoroti tidak adanya pagar pembatas di sisi depan sekolah, yang berbatasan langsung dengan area sub terminal.

“Kami melihat sarpras sekolah sudah bagus. Namun, soal keamanan dan kenyamanan, pagar menjadi kebutuhan yang sangat penting. Ini akan kami usulkan ke Pemkab agar segera direalisasikan,” jelas Riyanto.

Menurutnya, keberadaan pagar bukan hanya soal batas fisik, tetapi juga menyangkut perlindungan psikologis siswa yang masih berada di jenjang pendidikan dasar.

“Anak-anak ini masih kecil, jika dibiarkan melihat aktivitas yang tidak pantas seperti orang merokok atau perilaku bebas di luar pagar, bisa berdampak negatif. Itu sebabnya kami minta hal ini diprioritaskan,” tegas politisi dari PDI Perjuangan itu.

Baca Juga: Peminat Sekolah Rakyat di Kediri Terus Bertambah, Penjangkauan Terus Berjalan

Sebagai lembaga pendidikan berasrama, Sekolah Rakyat Integrasi 5 Ponorogo membutuhkan perhatian ekstra, terutama dari sisi keamanan lingkungan. Komisi D DPRD menyatakan komitmennya untuk terus memantau dan mendorong peningkatan fasilitas demi keberlangsungan pendidikan yang lebih baik.

“Kami ingin anak-anak merasa betah, guru-guru juga nyaman. Kami harap pemerintah daerah segera merespons kebutuhan pagar sekolah ini demi masa depan pendidikan Ponorogo yang lebih baik,” tutup Riyanto.

Hal senada juga diungkapkan oleh Kepala Sekolah Rakyat Integrasi 5 Ponorogo, Devit Tri Candrawati. Ia menyebut bahwa pagar depan sekolah menjadi kebutuhan yang paling mendesak untuk menjamin keamanan dan kenyamanan siswa dalam belajar.

“Pagar depan adalah kebutuhan utama agar siswa tidak langsung melihat atau terpapar aktivitas di tempat umum yang bersebelahan dengan sekolah,” kata Devit.

Baca Juga: Mbak Vinanda Cek Progres Pembangunan Sekolah Rakyat di Kota Kediri

Ia mengungkapkan kekhawatirannya terhadap aktivitas di luar pagar, seperti orang merokok, yang dinilai tidak layak untuk dilihat oleh anak-anak.

“Hal kecil seperti asap rokok pun bisa memicu rasa penasaran anak-anak. Kami ingin menciptakan lingkungan belajar yang aman dan kondusif secara total,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Devit menambahkan bahwa sarana dan prasarana lain yang dibutuhkan sebagian besar sudah tercukupi melalui bantuan dari Kementerian Sosial, dan hanya pagar yang hingga kini masih belum tersedia. (ADV)

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.