Senin, 15 Jun 2026 13:37 WIB

Pemkab Tulungagung Berikan Pendampingan Psikologi Terhadap MA

  • Penulis :
  • | Rabu, 06 Agu 2025 08:34 WIB
Foto: Jenazah bayi usai menjalani autopsi di Tulungagung (Bramanta/jatimnow.com)
Foto: Jenazah bayi usai menjalani autopsi di Tulungagung (Bramanta/jatimnow.com)

jatimnow.com,- Jenazah bayi yang dikubur ibunya kini telah dimakamkan di komplek pemakaman umum Desa Sanggrahan, Kecamatan Boyolangu, Kabupaten Tulungagung. Bayi yang diberi nama Juli oleh pemerintah desa ini, dimakamkan setelah proses autopsi rampung dilakukan. Pihak Pemkab sendiri berkomitmen memberi pendampingan psikis terhadap MA (23) yang merupakan ibu bayi tersebut. Meskipun proses hukum tetap berjalan, namun pendampingan tetap diperlukan mengingat korban selama ini hidup sebatang kara.

Kepala Dinas KB Pemberdayaan Perempudan dan Perlindungan Anak (KBPPPA) Tulungagung, dr Kasil Rohmad mengatakan saat ini MA masih menjalani perawatan di rumah sakit. Pihaknya akan fokus memberikan pendampingan terhadap MA agar bisa pulih secara kesehatan dan psikologi. MA dijadwalkan akan menjalani pemeriksaan psikologi di rumah sakit.

Baca Juga: Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

"Kami akan fokus melakukan pendampingan pemulihan psikologi, untuk penangananan hukum biar ditangani pihak berwajib saja," ujarnya, Rabu (6/8/2025).

Dinas akan mengirim tim untuk terus memantau perkembangan psikologi MA. Mereka juga melakukan upaya mitigasi ke lingkungan agar MA tidak mendapat stigma negatif di masyarakat. Saat disinggung mengenai besaran biaya selama menjalani perawatan di rumah sakit, Kasil menyatakan sudah melakukan koordinasi dengan manajemen untuk dibebaskan dari biaya tersebut. Meskipun MA terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan, namun pihak dinas memastikan tidak ada biaya perawatan yang dibayarkan.

Baca Juga: Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

"Fokus kami pemenuhan hak perempuan, kita juga memiliki tenaga konselor yang akan fokus untuk pemulihan psikologi," tuturnya.

Sementara itu, Kepala Desa Sanggrahan Iswanto menegaskan tidak ada penolakan dari masyarakat jika MA kembali ke rumah. Menurutnya masyarakat saat ini semakin empati atas kejadian tersebut. Mereka juga sudah bergotongroyong membersihkan rumah MA. Selama ini MA hidup sebatang kara. Perempuan tamatan SD ini diketahui memiliki ibu kandung namun kini sudah pindah ke Bali dan tidak diketahui keberadaannya. MA tinggal di rumah peninggalan neneknya, yang meninggal pada tahun 2018 lalu.

Baca Juga: Asyik Nongkrong di Warung Kopi, Puluhan Pelajar di Tulungagung Terjaring Razia

"Jadi kami siap membantu MA jika pulang ke rumah, masyarakat juga menunjukkan empati setelah mengetahui kejadian tersebut," pungkasnya.

Editor : Bramanta
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.