Kamis, 18 Jun 2026 16:09 WIB

Gus Lilur Siap Ekspansi Besar di Sektor Beras demi Lindungi Petani Indonesia

Gus Lilur berada di Vietnam. Foto: Dok Pribadi
Gus Lilur berada di Vietnam. Foto: Dok Pribadi

jatimnow.com - HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy, pengusaha muda asal Situbondo, Jawa Timur, yang dikenal dengan sapaan Gus Lilur, siap melakukan ekspansi besar-besaran di sektor pertanian, khususnya perberasan. Tekad besar Founder & Owner Bapantara Grup ini lahir bukan tanpa alasan kuat.

Gus Lilur memang bukan pendatang baru di dunia pertanian, meski awalnya ia menghindar dari bisnis yang pernah menjadi latar belakang keluarganya.

Baca Juga: Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

"Sepuluh tahun lalu, saat pertama kali pergi ke Vietnam pada 2013, banyak tawaran bisnis beras saya tolak. Saya ini orang dusun, rumah saya dikelilingi sawah, tapi saya sudah jenuh dengan urusan sawah," ungkapnya, Jumat (1/8/2025).

Namun perjalanan waktu dan peluang mengubah pandangannya. Setelah sepuluh tahun berbisnis di Vietnam, Gus Lilur mendapat tawaran bermitra dengan para pengusaha besar di bidang pertanian, batubara, dan budidaya lobster.

Tawaran itupun ia terima mengingat hubungan dagang yang kuat antara Indonesia dan Vietnam di tiga sektor utama tersebut.

Gus Lilur menegaskan bahwa fokusnya adalah perdagangan beras khusus, bukan beras CBP (Cadangan Beras Pemerintah) atau beras Bulog yang selama ini dianggap merugikan petani.

"Saya petani sejati, turunan petani. Saya merasakan kemarahan keluarga petani yang harga gabahnya murah saat panen. Saya anti impor beras CBP, karena itu hanya menghancurkan petani," tegasnya.

Baca Juga: Gus Lilur: MBG Pasti Meroket Jika Tanpa Copet

Beras khusus ini harganya lebih tinggi, berkisar antara Rp 25.000 hingga Rp 65.000 per kilogram, dan hanya ditanam oleh sebagian kecil petani Indonesia. Pemerintah pun sudah menetapkan target impor beras khusus sekitar 420.000 ton pada tahun 2025.

Kunjungan Gus Lilur ke tiga provinsi lumbung padi di Vietnam Selatan, Dong Thap, An Giang, dan Can Tho, semakin memperkuat tekadnya.

Ia melihat ribuan pabrik pengolahan padi yang berkembang pesat dan bercita-cita membangun pabrik serupa di Indonesia serta aktif mencetak sawah-sawah baru.

Baca Juga: Rakyat Desa Memang Tidak Memegang Dollar, Tetapi Tetap Menanggung Dampaknya

Tekad Gus Lilur menjadi petani besar ini sebenarnya sudah ada sejak tujuh tahun lalu, meskipun sebelumnya fokus pada pertambangan dan budidaya perikanan.

Kini, ia siap mengembangkan BAPANTARA Grup (Bandar Pangan Nusantara Grup), yang menaungi 18 anak perusahaan di sektor pangan, lebih dari 100 perusahaan perikanan, dan lebih dari 1.000 perusahaan pertambangan.

"Di negara agraris seperti Indonesia, tidak boleh ada warga yang kelaparan hanya karena mereka tidak mampu membeli beras. Bismillah, ini adalah komitmen kami," tandasnya.

Editor : Tim Jatimnow
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.