Senin, 08 Jun 2026 21:30 WIB

Sensi di Usia Senja, Kenali Sebab dan Cara Mengatasinya!

Usia senja seringkali diiringi perubahan perilaku, salah satunya peningkatan sensitivitas emosi. (Foto: Ilustrasi/superai image)
Usia senja seringkali diiringi perubahan perilaku, salah satunya peningkatan sensitivitas emosi. (Foto: Ilustrasi/superai image)

jatimnow.com - Menua bukan sekadar soal rambut memutih dan keriput. Usia senja seringkali diiringi perubahan perilaku, salah satunya peningkatan sensitivitas emosi.

Lansia jadi lebih mudah marah atau sedih, membuat perawatan mereka menjadi tantangan tersendiri bagi keluarga, terutama jika muncul indikasi menyakiti diri atau orang lain.

Baca Juga: Stikes Maharani Malang Edukasi Pelajar Lawan Cyberbullying

Dosen Spesialis Ilmu Kedokteran Jiwa Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (UNAIR), dr. Erikavitri Yulianti, menuturkan betapa pentingnya edukasi dan diagnosis tepat untuk menangani sensitivitas pada lansia.

"Kita perlu membedakan apakah sensitivitas ini normal atau indikasi gangguan kejiwaan," tuturnya.

Menurut dr Erikavitri, sensitivitas lansia sering dipicu oleh faktor fisik dan kesehatan yang menurun.

"Lansia merasa kehilangan otonomi atas tubuhnya, mudah frustrasi, dan kemampuan kognitifnya menurun, sehingga kontrol emosi juga ikut terpengaruh," jelasnya.

Ia mengungkapkan bahwa perubahan besar dalam hidup, seperti pensiun, hilangnya rutinitas, dan keterbatasan sosial juga berkontribusi.

"Lansia merasa tidak berdaya jika dibantu, namun diabaikan jika tidak dibantu. Ini tantangan besar bagi keluarga dalam memahami emosi mereka," ungkap dr. Erikavitri.

Lebih lanjut, dr. Erikavitri menunjuk perubahan pola tidur dan efek samping obat sebagai faktor lain.

Baca Juga: Cegah Depresi Pelajar, Psikolog Desak Sekolah Rombak Total Sistem Well-being

"Kurang tidur dan efek samping obat penyakit degeneratif bisa memicu ketidaknyamanan fisik yang berdampak pada emosi," tambahnya.

Konsekuensi dari sensitivitas yang berlebihan bisa serius. "Risiko cemas dan depresi meningkat, hubungan sosial menurun, dan lansia mungkin mengisolasi diri. Minat terhadap aktivitas harian juga bisa menurun," jelas dr. Erikavitri.

Untuk diagnosis yang tepat, dr Erikavitri menegaskan pentingnya wawancara klinis dan observasi perilaku.

"Komunikasi yang baik sangat penting agar lansia nyaman mengungkapkan perasaannya. Psikiater akan mengamati perubahan pola tidur, nafsu makan, dan aktivitas harian," jelasnya.

"Selanjutnya, penilaian psikometri akan dilakukan untuk menentukan status mental lansia. Terapi bisa dilakukan tanpa obat, namun jika tak efektif, obat bisa diberikan sesuai resep dokter," tambahnya.

Baca Juga: Kekerasan di Daycare, Psikolog Ingatkan Bahaya Trauma Anak dan Mom-Shaming

Peran keluarga dalam perawatan lansia sangat krusial dalam memberikan dukungan emosional dan sosial.

"Keluarga perlu mendukung lansia bersosialisasi, menjaga komunikasi, dan meningkatkan kemandirian mereka. Penting juga untuk memantau kesehatan mental lansia," pesan dr. Erikavitri.

Untuk itu dia mengingatkan, keluarga harus bisa membedakan sensitivitas sesekali dengan sensitivitas yang terus-menerus tanpa sebab jelas.

"Jika ada perubahan sikap sosial, insomnia, kehilangan minat, putus asa, atau bahkan halusinasi, segera konsultasikan ke psikiater," tandasnya.

Editor : Tim Jatimnow
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.