Sabtu, 06 Jun 2026 13:59 WIB

Cegah Depresi Pelajar, Psikolog Desak Sekolah Rombak Total Sistem Well-being

Kesehatan mental (ilustrasi). (Foto: Gemini AI)
Kesehatan mental (ilustrasi). (Foto: Gemini AI)

jatimnow.com – Masalah kesehatan mental di kalangan remaja kini tak lagi bisa dipandang sebelah mata. Di kawasan Asia Tenggara, tantangan ini semakin rumit akibat tingginya stigma, terbatasnya akses layanan, hingga maraknya kasus perundungan (bullying) di lingkungan pendidikan.

Merespons fenomena krisis mental yang kian mengkhawatirkan tersebut, psikolog Universitas Airlangga (Unair), Dr. Wiwin Hendriani, menyoroti akar permasalahan gagalnya program kesejahteraan (well-being) di lingkungan sekolah yang justru berdampak buruk dalam jangka panjang.

Baca Juga: Stikes Maharani Malang Edukasi Pelajar Lawan Cyberbullying

“Kesejahteraan dalam pendidikan bukanlah isu sampingan, ini adalah isu sentral. Di Asia Tenggara, kita menghadapi tantangan besar bukan hanya soal prevalensi, tetapi juga soal visibilitas dan akses. Masih banyak stigma yang membuat perilaku mencari bantuan (help-seeking behavior) sangat rendah,” ungkap Wiwin, Rabu (13/5/2026).

Dalam paparannya, Wiwin membeberkan data global yang sangat mengkhawatirkan. Saat ini, tercatat 1 dari 7 remaja di seluruh dunia mengalami gangguan mental. Ironisnya, kawasan Asia Pasifik menjadi episentrum masalah dengan menampung 60 persen dari total populasi remaja dunia yang terdampak.

Bahkan, pada skala global, bunuh diri kini telah bertengger di peringkat tiga hingga lima besar sebagai penyebab utama kematian pada kelompok usia remaja. Angka ini menjadi alarm keras bagi institusi pendidikan untuk segera membenahi sistem perlindungan mental siswanya.

Lebih lanjut, Wiwin mengkritik tajam implementasi program kesehatan mental di institusi pendidikan. Menurutnya, akar masalah di banyak sekolah sejatinya bukanlah ketiadaan program, melainkan kesalahan fatal dalam desain dan eksekusinya.

Baca Juga: Kekerasan di Daycare, Psikolog Ingatkan Bahaya Trauma Anak dan Mom-Shaming

Sering kali, program well-being hanya diperlakukan sebagai program tambahan (add-on) yang bersifat reaktif dan jangka pendek. Pelaksanaannya pun kerap hanya bergantung pada figur tertentu, seperti satu orang guru bimbingan konseling (BK) atau penggerak tertentu, tanpa tertanam kuat dalam rutinitas harian sekolah.

Kondisi inilah yang menciptakan celah kritis antara tingginya kesadaran teoretis tentang kesehatan mental dengan praktik nyata di lapangan.

"Kita harus berhenti berpikir dalam kerangka intervensi yang terisolasi dan mulai berpikir dalam kerangka ekosistem. Jika kita ingin inisiatif kesejahteraan ini bertahan lama, pendekatannya harus terintegrasi di semua level, mulai dari ruang kelas hingga kebijakan sekolah," tegas Kaprodi Magister Psikologi Unair tersebut.

Baca Juga: Umsura Kukuhkan Guru Besar Keperawatan, Usung Konsep Holistik

Sebagai jalan keluar, ia mendorong pihak sekolah dan para pemangku kebijakan pendidikan untuk merombak total pendekatan mereka. Sekolah harus mulai membangun pendekatan yang terukur, dapat beradaptasi secara dinamis, dan responsif terhadap konteks budaya lokal.

Kesuksesan program well-being yang berkelanjutan hanya bisa dicapai melalui sinergi antara kualitas program, etika, dan konsistensi penerapannya dalam kegiatan belajar-mengajar sehari-hari.

Ke depan, sekolah diharapkan tidak hanya berlomba-lomba mengejar keunggulan dan prestasi akademik semata, tetapi juga mampu bertransformasi menjadi ruang aman yang secara utuh mendukung tumbuh kembang mental anak didiknya.

Editor : Dadang Kurnia
Berita Terbaru

Kakak Beradik Terseret Ombak di Pantai Payangan Jember, Satu Ditemukan Tewas

Kedua korban dilaporkan hilang terseret ombak saat berwisata bersama keluarga.

Puncak Arus Balik Idul Adha 2026, Daop 8 Surabaya Layani 284 Ribu Penumpang

Puncak arus balik libur panjang Idul Adha 2026 bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila. KAI Daop 8 Surabaya catat lonjakan tembus 284 ribu penumpang. Simak data lengkapnya di sini.

Jambret iPhone Turis Jerman di Kota Lama Surabaya Ditembak Polisi

Polisi menangkap pelaku jambret iPhone milik wisatawan asal Jerman di Kota Lama Surabaya. Pelaku dilumpuhkan karena melawan saat ditangkap.

Kapolres dan Dandim 0820 Probolinggo Terima Gelar Warga Kehormatan Suku Tengger

Prosesi pengukuhan berlangsung khidmat pada Malam Resepsi Yadnya Kasada di Pendopo Agung Desa Ngadisari.

Tabrak Pohon, Truk Pengangkut Ikan Asal Lamongan Terguling di JLS Tulungagung

Truk dalam perjalanan menuju Prigi Trenggalek, pengemudi dan penumpang alami luka serius.

Peringatan Hari Raya Waisak di Tulungagung, Ajak Umat Bersumbangsih Untuk Negeri

Puluhan umat Buddha mengikuti prosesi detik-detik peringatan Hari Raya Tri Suci Waisak di Vihara Buddha Loka Tulungagung.