Minggu, 14 Jun 2026 17:53 WIB

Kolaborasi Tangguh Bencana BPBD Jatim dan Jurnalis

Kalaksa BPBD Jatim Gatot Soebroto membuka pelatihan (foto: Ni'am Kurniawan/jatimnow.com)
Kalaksa BPBD Jatim Gatot Soebroto membuka pelatihan (foto: Ni'am Kurniawan/jatimnow.com)

jatimnow.com - BPBD Jatim menggelar edukasi kebencanaan bertajuk Jurnalis Tangguh Bencana yang diikuti puluhan wartawan dari Pokja Grahadi dan Pokja Indrapura. Kegiatan berlangsung di Pemandian Air Panas Alam Cangar, Tahura Raden Soerjo, Pacet, Mojokerto.

Kepala Pelaksana BPBD Jatim, Gatot Soebroto, mengatakan kegiatan ini bertujuan memperkuat pengetahuan kebencanaan para jurnalis agar bisa menyampaikan informasi secara tepat kepada masyarakat. 

Baca Juga: AJI dan PFI Surabaya Kecam Pembajakan Kapal Global Sumud oleh Israel

“Agar saat peliputan dan pemberitaan, teman-teman media bisa memberikan penjelasan yang mencerahkan dengan bahasa yang baik dan ilmu yang bisa dimanfaatkan masyarakat,” ujarnya, Rabu (30/7/2025).

Gatot berharap kolaborasi antara Pemprov Jatim dan media terus terjalin kuat. 

“Ke depan, sinergi dalam penanganan bencana harus semakin solid, agar bisa menghasilkan informasi yang menjadi acuan masyarakat,” katanya.

Edukasi ini menghadirkan Pakar Kebencanaan Prof. Eko Teguh Paripurno sebagai narasumber. Ia menegaskan pentingnya peran jurnalis sebagai garda terdepan komunikasi kebencanaan. 

“Komunikasi bisa dilakukan pra, saat, dan pasca bencana. Saat pra, yang dibangun adalah ketangguhan masyarakat,” ujarnya.

Prof. Eko juga menekankan bahwa jurnalis perlu memahami kerentanan dan risiko bencana agar bisa menyampaikan informasi yang mendorong penyelesaian mandiri di tingkat komunitas.

Baca Juga: FJN Minta Prabowo Turun Tangan Bebaskan Jurnalis RI di Israel

Komunitas Banyu Bening turut memaparkan inovasi pemanfaatan air hujan untuk kebutuhan konsumsi dalam kondisi darurat bencana. Inisiatif ini menjadi contoh kemandirian masyarakat saat menghadapi bencana.

Jurnalis senior Bahana Patria Gupta mengingatkan pentingnya empati saat meliput bencana. 

“Yang sering terjadi, jurnalis tidak bisa menempatkan diri saat bertemu korban. Padahal simpati sangat menentukan bagaimana kita diterima,” ucapnya.

Ia menambahkan, sikap tidak tepat di awal peliputan bisa berdampak negatif pada jurnalis lain. 

Baca Juga: Mengenal Enny Nuraheni, Srikandi Foto Jurnalistik Peraih APFI Lifetime Award

“Bukan hanya kita yang kena, tapi teman-teman lain yang datang belakangan bisa ikut terdampak,” ujarnya.

Sementara Ketua Pokja Wartawan Grahadi, Fatimatuz Zahroh, mengungkapkan kegiatan ini sudah memasuki tahun ketiga. 

“Dari tahun ke tahun, materi kegiatan semakin berkembang. Saya optimistis jurnalis bisa semakin tangguh saat meliput bencana di Jawa Timur,” katanya.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.