Minggu, 07 Jun 2026 17:39 WIB

Kasus Demam Berdarah di Tulungagung Meningkat

Kasus Demam Berdarah di Tulungagung meningkat, Dinkes lakukan fogging.
Kasus Demam Berdarah di Tulungagung meningkat, Dinkes lakukan fogging.

jatimnow.com - Kasus Demam Berdarah di Kabupaten Tulungagung tahun ini, mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya. Sesuai data yang dimiliki oleh Dinas Kesehatan setempat, hingga bulan September ini total kasus mencapai 234 dengan jumlah kematian 4 orang.

Sedangkan untuk tahun 2017 lalu terdapat 200 kasus dengan jumlah kematian 3 orang.

Baca Juga: Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Lakukan Pemilahan Sampah Dari Sumber

Kepala seksi pencegahan dan pengendalian penyakit menular (P2PL) Dinas Kesehatan Tulungagung, Didik Eka menuturkan, terdapat sejumlah faktor yang berpengaruh dalam penyebaran penyakit ini.

Selain faktor lingkungan, tingkat perpindahan masyarakat yang tinggi juga berpengaruh. "Mereka bisa saja tergigit nyamuk di daerah lain dan efeknya baru terasa setelah pulang ke rumah," ujarnya, Rabu (10/10/2018).

Masyarakat diimbau untuk waspada saat melakukan aktifitas terutama di pagi dan sore hari. Hal ini dikarenakan nyamuk biasanya menggigit antara pukul 06.00 Wib-11.00 WIb dan 15.00 Wib-18.00 Wib.

Penggunaan lotion anti nyamuk sangat disarankan bagi mereka yang beraktifitas pada jam tersebut. "Siswa juga harus waspada, mereka bisa saja tergigit nyamuk di sekolah," tuturnya

Baca Juga: Dear Prabowo, Produsen Tahu di Tulungagung Resah Karena Harga Kedelai Naik

Untuk memutus rantai penularan penyakit ini, Dinas Kesehatan gencar melakukan pengasapan atau fogging di sejumlah desa. Penentuan wilayah mana saja yang akan dilakukan fogging ditentukan melalui hasil analisa pihak dinas.

"Jadi bukan permintaan masyarakat tapi hasil analisis ada berapa kasus di wilayah tersebut baru kita tentukan perlu di fogging atau tidak," jelasnya.

Selain melakukan pemberantasan sarang nyamuk, masyarakat juga diimbau untuk menanam jenis tumbuhan yang aromanya tidak disukai oleh nyamuk.

Baca Juga: Tulungagung Deklasikan SPMB Tahun Ajaran 2026/2027 Bebas Titipan

Penggunaan obat nyamuk baik bakar maupun elektrik juga bisa dilakukan agar nyamuk tidak menggigit tubuh. "Kegiatan menguras,mengubur dan menutup juga harus dilakukan," pungkasnya.

Editor : Erwin Yohanes
Berita Terbaru

Melihat Jejak Soekarno di Surabaya Melalui Pameran "Aku Arek Suroboyo"

Tema "Aku Arek Suroboyo" dipilih untuk menegaskan identitas Bung Karno sebagai putra daerah yang tumbuh dan ditempa di Surabaya sebelum menjadi tokoh besar Indonesia.

1.232 Atlet Taekwondo Bertarung di Ksatria Nusantara PBTI Series Kediri

Para atlet diharapkan dapat menjadi bibit-bibit terbaik Indonesia yang akan mewakili bangsa pada berbagai ajang internasional.

Menkop Bantah Isu Jual Beli Titik Koperasi Merah Putih, Sempat Viral di Kediri

Menkop Ferry menargetkan seluruh bangunan Koperasi Merah Putih, gerai usaha, serta fasilitas pendukung koperasi desa dapat selesai pada Agustus mendatang.

Turnamen Gerindra Cup U17 di Kediri Dimulai, Wadah Pembinaan Pesepakbola Muda

“Saya berharap dari stadion (Brawijaya) ini akan lahir pemain-pemain handal yang nantinya bisa memperkuat Indonesia," kata Anwar Sadad.

Menkop Dukung Kemitraan Petani-Koperasi di Kediri, Kejar Swasembada Gula 2028

Kolaborasi ini merupakan bentuk sinergi nyata antara koperasi, petani, dan pelaku industri.

Akhir Pekan Cuaca di Surabaya Cerah, tapi Waspada Panas yang Menyengat

Tidak terlihat adanya potensi hujan yang signifikan sepanjang hari. Cuaca mendukung berbagai aktivitas masyarakat, khususnya aktivitas di luar ruangan.