Jumat, 19 Jun 2026 02:29 WIB

Polres Blitar Periksa Sejumlah Saksi Dalam Kasus Perundungan di SMP Negeri

  • Penulis :
  • | Selasa, 22 Jul 2025 10:30 WIB
Foto : Kasatreskrim Polres Blitar, AKP Momon Suwito (Bramanta/jatimnow.com)
Foto : Kasatreskrim Polres Blitar, AKP Momon Suwito (Bramanta/jatimnow.com)

jatimnow.com,- Satreskrim Polres Blitar menyelidiki kasus bullying dan penganiayaan yang terjadi di SMP Negeri 3 Doko. Sejumlah saksi telah dimintai keterangannya terkait peristiwa tersebut. Mereka juga meminta korban untuk melakukan visum. Polisi sudah mendatangi lokasi kejadian dan melakukan olah TKP. Dalam kasus ini polisi akan mengedepankan sistem peradilan anak sesuai dengan undang-undang yang berlaku.

Kasat Reskrim Polres Blitar, AKP Momon Suwito mengatakan dari hasil keterangan sejumlah saksi diketahui peristiwa ini terjadi pada hari Jumat (18/7/2025) pagi di dekat kamar mandi sekolah. Korban yang merupakan siswa kelas 7 dijemput oleh kakak kelasnya dan dibawa ke lokasi tersebut. Setelah itu terjadi peristiwa bullying dan penganiayaan.

Baca Juga: Sakit Hati Sering Diejek, Pria di Jember Tega Habisi Teman Sendiri

"Terdapat sekitar 14 siswa yang terlibat dalam kejadian ini," ujarnya, Selasa (21/7/2025).

Sebanyak 6 saksi telah diminta keterangannya oleh polisi. Mereka mendapat sejumlah pengakuan dari saksi tersebut. Motif aksi bullying dan penganiayaan ini diduga karena korban pernah melakukan tindakan serupa ke siswa lain. Mereka kemudian melakukan balas dendam kepada korban.

Baca Juga: Diduga Menjadi Korban Penganiayaan, Ajudan Wakapolres Blitar Alami Hidung Patah

"Motifnya karena diduga korban ini suka melakukan bullying juga kepada teman-temannya di sekolah, sehingga mereka melakukan aksi balas dendam. Ini sementara motif yang kita temukan," tuturnya.

Dalam kasus ini polisi melibatkan Unit Perlindunga Perempuan dan Anak (UPPA) dan beberapa instansi terkait. Hal ini dikarenakan siswa yang terlibat mayoritas masih berusia anak. Belum ada pelaku bullying dan penganiayaan yang ditetapkan sebagai tersangka pada kasus tersebut.

Baca Juga: Bobol 3 Sekolah, Residivis Ini Ditangkap Satreskrim Polres Blitar

"Tentunya kami melakukan penanganan terhadap penanganan anak ini akan sesuai dengan ketentuan sebagaimana yang diatur dalam perundang-undangan yang berlaku menggunakan sistem peradilan anak," pungkasnya.

Sebelumnya sebuah video aksi perundungan dan penganiayaan yang terjadi di SMP Negeri 3 Doko, Kabupaten Blitar viral di media sosial. Dalam video tersebut korban yang diketahui siswa baru di sekolah ini, hanya bisa diam dan menerima pukulan dan tendangan yang dilakukan pelajar lain. Peristiwa ini terjadi pada Jumat (18/7/2025) lalu setelah kegiatan kerja bakti. Mirisnya aksi perundungan ini terjadi di masa terakhir pelaksanaan MPLS.

Editor : Bramanta
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.