Senin, 22 Jun 2026 04:05 WIB

1.133 Mahasiswa KKN UM Surabaya Diterjunkan ke 11 Titik: Akselerasi Hilirisasi Riset Inovasi ke Desa

Peserta KKN UM Surabaya didorong untuk mengaplikasikan teknologi tepat guna yang telah mereka kembangkan selama masa studi. Foto: Ali Masduki/jatimnow.com
Peserta KKN UM Surabaya didorong untuk mengaplikasikan teknologi tepat guna yang telah mereka kembangkan selama masa studi. Foto: Ali Masduki/jatimnow.com

jatimnow.com - Universitas Muhammadiyah Surabaya (UM Surabaya) melepas secara resmi 1.133 mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) tahun 2025 pada Senin, 21 Juli 2025.

Acara pelepasan berlangsung di Gedung At-Tauhid Tower lantai 13, dihadiri oleh jajaran pimpinan universitas, dosen pembimbing lapangan, serta mahasiswa peserta KKN.

Baca Juga: Ujian Kelulusan Unik, Siswa SMP Labschool Unesa 3 Pamerkan Karya Inovatif

Pada tahun ini, UM Surabaya menempatkan mahasiswa KKN di 11 lokasi strategis, baik dalam negeri maupun luar negeri, termasuk Korea Selatan, Singapura, Taiwan, serta sejumlah daerah di Indonesia seperti Siak (Riau), Mojokerto, Jombang, Pasuruan, Nganjuk, Surabaya, Lamongan, dan Tuban.

Tema “Tumbuh Bersama Inovasi, Berdampak dan Berkelanjutan” menjadi fokus dalam program KKN 2025 yang khusus menyoroti hilirisasi hasil riset mahasiswa.

Para mahasiswa didorong untuk mengaplikasikan teknologi tepat guna yang telah mereka kembangkan selama masa studi agar dapat langsung memberikan manfaat kepada masyarakat desa.

Beragam inovasi yang akan diterapkan di lapangan meliputi mesin penggoreng kacang berbahan drum, alat destilasi serai menjadi minyak roll-on, pengolah limbah minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi, dan mesin pencacah pakan ternak.

Selanjutnya ada kompor dari limbah jelantah, semprot hama otomatis, pemantik tikus otomatis, lampu desa bertenaga surya, aplikasi kesehatan berbasis web, iron shovel pengolah sampah, alat pengering kerupuk samiler, mesin penggiling limbah kotoran kambing menjadi pupuk, serta mesin komposer ramah lingkungan.

Rektor UM Surabaya, Mundakir, menegaskan bahwa program KKN ini merupakan implementasi nyata dari komitmen universitas untuk melahirkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tapi juga membawa kontribusi nyata bagi masyarakat.

Baca Juga: IndoWood Expo 2026 Raup 2.049 Pengunjung, Perkuat Daya Saing Furnitur

“Kami ingin mahasiswa UM Surabaya tidak hanya menyelesaikan studinya di kampus, tetapi juga membawa inovasi yang bisa langsung dirasakan oleh masyarakat. Melalui KKN ini, riset dan inovasi mahasiswa tidak berhenti di laboratorium, melainkan dihilirisasi hingga ke desa-desa,” tegasnya.

Menurut Mundakir, KKN menjadi momen penting bagi mahasiswa untuk mengaktualisasikan kompetensi. Kegiatan ini bukan sekadar kewajiban akademik, melainkan juga ajang pembuktian kapasitas intelektual, keilmuan, dan kepemimpinan mahasiswa.

“Mereka ditantang untuk mengidentifikasi persoalan nyata masyarakat dan menyusun solusi berdasarkan riset dan inovasi. Ini merupakan wujud tridarma perguruan tinggi yang tidak hanya dipelajari di kelas, tetapi diimplementasikan langsung dalam kehidupan sosial,” tambahnya.

Kepala Lembaga Riset, Inovasi dan Pengabdian Masyarakat (LRIPM) UM Surabaya, Arin Setyowati, menuturkan bahwa KKN tahun ini dirancang sebagai ajang kolaborasi lintas program studi. Hal ini untuk menyelesaikan persoalan riil di masyarakat dengan pendekatan inovatif.

Baca Juga: BSN Dorong Penguatan Metrologi untuk Kebijakan Berbasis Data

Pendampingan intensif juga disiapkan agar teknologi tepat guna yang dibawa mahasiswa bisa diadopsi oleh warga.

“Kami memastikan bahwa knowledge dari kampus dapat bertemu dengan kebutuhan nyata di lapangan. Teknologi yang dikembangkan mahasiswa benar-benar bisa memberikan dampak positif bagi masyarakat desa,” jelas Arin.

Selain memberikan dampak di tingkat desa, lokasi KKN luar negeri di Korea Selatan, Singapura, dan Taiwan juga berfungsi sebagai wadah diplomasi budaya dan intelektual, sekaligus membuka peluang kolaborasi internasional dan memperluas wawasan sosial mahasiswa.

Acara pelepasan KKN UM Surabaya ini juga dihadiri sejumlah tokoh penting seperti Dr. Ramlianto SP., MP (Kepala BPSDM Provinsi Jawa Timur), Dr. H. Sulidaim, M.Pd (DPRD Provinsi Jawa Timur), Rektor dan Wakil Rektor UM Surabaya, serta Adventus Edison Souhuwat (Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Surabaya)

Editor : Ali Masduki
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.