Selasa, 16 Jun 2026 08:25 WIB

SD Negeri di Trenggalek Dapat Siswa Sedikit, Ini Penyebabnya

  • Penulis :
  • | Rabu, 16 Jul 2025 09:20 WIB
Foto : Suasana MPLS di salah satu SD Negeri di Trenggalek (Bramanta/jatimnow.com)
Foto : Suasana MPLS di salah satu SD Negeri di Trenggalek (Bramanta/jatimnow.com)

jatimnow.com- Dewan Pendidikan Trenggalek menyoroti minimnya siswa baru di sejumlah SD Negeri. Dalam penerimaan peserta didik baru, puluhan SD Negeri di Trenggalek minim mendapat siswa baru. Bahkan terdapat SD Negeri yang sama sekali tidak memperoleh siswa baru. Meskipun begitu pihak Dinas terkait belum ada rencana menggabungkan sekolah yang minim siswa tersebut.

Anggota Dewan Pendidikan Trenggalek, Haris Yudhianto menyebut minimnya murid disejumlah SD Negeri disebabkan oleh tiga faktor. Yakni, kesenjangan geografis ekonomi, kualitas guru dan fasilitas serta sistem pendidikan yang harus dievaluasi.

Baca Juga: Mobil Tertimpa Batu, Akses Jalan Trenggalek - Ponorogo Ditutup

"Ada kesenjangan besar, pemerintah belum mampu memberikan kualitas pendidikan yang setara. Sehingga banyak orang tua yang memilih sekolah berkualitas dari pada sekolah yang dekat," ujarnya, Rabu (16/07/2025).

Menurutnya ketiga faktor ini harus segera diperbaiki oleh Pemkab Trenggalek. Mengingat pemerintah harus mampu merealisasikan kebijakan pemerataan pendidikan.

Baca Juga: Video Penganiayaan Perempuan di Trenggalek Viral, Ini Kata Polisi

"Sistem zonasi yang dinilai mampu meratakan pendidikan, ternyata masih banyak celah. Banyak oknum yang mengakali sistem agar anak bisa belajar di sekolah favorit," ungkapnya.

Haris menilai regrouping atau penggabungan sekolah juga bisa menjadi salah satu solusi. Mengingat sekolah yang minim murid harus tetap dikucurkan anggaran dari pemerintah, padahal pendidikan belum dapat berjalan maksimal.

Baca Juga: Polres Trenggalek Tangkap Tersangka Penipuan Bermodus Pencairan Modal Dari Bank

"Jika sekolah tidak ada siswa, maka pembiayaan tetap berjalan. Pemerintah harus mengkaji untuk menyelesaikan tiga faktor masalah ini," pungkasnya.

Editor : Bramanta
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.