Jumat, 19 Jun 2026 07:36 WIB

Disfungsi JLU Lamongan Tuai Sorotan, Ketua DPRD Desak Realisasi Traffic Light

Pengguna jalan saat melintas di JLU Lamongan. (Foto: Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)
Pengguna jalan saat melintas di JLU Lamongan. (Foto: Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)

jatimnow.com - Meski dinyatakan selesai, Jalan Lingkar Utara (JLU) Lamongan tampaknya masih belum berfungsi sebagai mana mestinya. Hal ini memantik kritikan dari kalangan legislatif.

Ya, pada Senin (23/3/2025) silam pihak Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) Wilayah IV Jatim dalam sidaknya menyatakan bahwa JLU telah rampung.

Baca Juga: Pemuda dan Pelajar Lamongan Dorong Pemerataan Mutu Pendidikan

Meski demikian, hingga Bulan Juli ini penggunaan JLU masih belum jelas. Alasanya karena keterbatasan sarana penerangan yang belum memadai hingga Traffic Light.

Ketua DPRD Lamongan, M. Freddy Wahyudi meminta agar BBPJN segera merealisasikan Traffic Light yang menjadi alasan terkuat mengapa JLU tak kunjung berfungsi atau disfungsi.

"Kemarin kita sidah Traffic Light belum, ke Provinsi juga kita agar segera direalisasikan. Janjinya BBJN itu di perubahan anggaran sekitar 3 bulan kedepan," ungkap Freddy, Senin (14/7/2025).

Freddy menjelaskan dari pihak BBJN mengaku bahwa proses menganggaran tidak bisa serta merta dan harus menunggu proses perubahan anggaran.

Baca Juga: Warga Balun Gelar Doa Bersama Sambut Traffic Light JLU Lamongan

"Tidak bisa serta merta harus nunggu perubahan anggaran dari Provinsi juga kan," tuturnya.

Meski demikian, Freddy mengaku heran dan terang-terangan mengkritik penyelenggara soal penganggaran awal yang tidak mengikut sertakan sarana prasarana penunjang.

"Kemarin juga sempat kita kritisi mengapa kok dalam perencanaan pembangunan tidak sekalian traffic lightnya ternyata anggarannya nggak nutut," bebernya.

Baca Juga: 2 Perempatan Tanpa Traffic Light di JLU Lamongan Ancam Keselamatan Warga

Freddy menegaskan bila JLU yang masih belum berfungsi sebagai mana tujuan awal untuk memudahkan mobilitas warga hingga mengurai kemacetan wilayah kota maka sebaiknya ditutup.

"Melihat fenomena kejadian kecelakaan lebih baik ditutup saja," tegasnya.

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.