Selasa, 16 Jun 2026 12:18 WIB

2 Perempatan Tanpa Traffic Light di JLU Lamongan Ancam Keselamatan Warga

Perempatan tanpa traffic light di JLU Lamongan. (Foto: Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)
Perempatan tanpa traffic light di JLU Lamongan. (Foto: Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)

jatimnow.com - Masuk hari ke-5 masa uji coba dan penggunaan Jalan Lingkar Utara (JLU) Lamongan banyak menuai keluhan dari masyarakat. Utamanya soal sistem keselamatan berkendara.

Diketahui, dua perempatan di Sukorejo-Balun dan Sudokumpul-Dlanggu JLU tidak memiliki sarana dan prasarana yang ideal.

Baca Juga: Warga Balun Gelar Doa Bersama Sambut Traffic Light JLU Lamongan

Keselamatan warga serasa dipertaruhkan, karena kedua perempatan tidak dilengkapi trafiic light dan hanya diberi Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas (APILL) berupa warning light.

"Kok hanya dipasang lampu peringatan," gerutu salah satu  pengguna jalan, Ijah warga yang hampir setiap hari berkegiatan ke kota, Kamis (21/8/2025).

Dari pantauan, warga yang melintas di perempatan tersebut padat hal itu juga yang terlihat di JLU arah barat maupun timur. Disisi lain, lampu peringatan di dua perempatan itu  tidak berpengaruh bagi kendaraan roda empat yang melintas di JLU.

Akibatnya pengguna jalan di dua perempatan dari dua arah selatan-utara atau sebaliknya tidak punya kesempatan untuk menyeberang.

Selain efisiensi waktu, alasan keselamatan juga menjadi persoalan yang sangat krusial bagi pengguna jalan.

Baca Juga: JLU Lamongan Resmi Dibuka, Bupati: Kebangkitan Ekonomi Baru

"Yang ada traffic light  aja sering  diterobos, apalagi hanya lampu peringatan. Sama sekali tidak ngefek bagi para driver kendaraan roda empat atau lebih," tandas Sahlan.

Keresahan warga semakin besar, jikalau melihat insiden kecelakaan di perempatan Sukorejo-Balun yang membuat Kurdi (60) warga Desa Balun, Lamongan meregang nyawa karena tertabrak mobil.

Kepala Dinas Perhubungan Lamongan, Dianto Hariwibowo menyebut BPPJN mungkin mempunyai pertimbangan teknis disamping pembiayaan untuk pemasangan traffic light.

"Mereka mungkin memiliki pertimbangan teknis disamping pembiayaan untuk pemasangan TL," katanya, Kamis (21/8/2025).

Baca Juga: Disfungsi JLU Lamongan Tuai Sorotan, Ketua DPRD Desak Realisasi Traffic Light

Ditambahkan, kemungkinan dari BPPJN akan melakukan evaluasi termasuk kemungkinan penambahan rambu pita penggaduh.

"Masih kami pelajari masalah kewenangan maupun pembiayaannya,  karena  memang memang status jalan tarsebut jalan nasional," katanya.

Dianto menambahkan, saat ini JLU masih menjadi tanggungjawab BPPJN, karena jalan tersebut masih dalam masa pemeliharaan hingga akhir September nanti.

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.