Rabu, 17 Jun 2026 10:28 WIB

Pertamina Dorong Penggunaan LPG Tepat Sasaran, Gandeng Ponpes Gontor

  • Penulis :
  • | Minggu, 13 Jul 2025 15:20 WIB
Penggunaan LPG di Ponpes Gontor. (Foto: Pertamina/jatimnow.com)
Penggunaan LPG di Ponpes Gontor. (Foto: Pertamina/jatimnow.com)

jatimnow.com - Produk LPG sudah menjadi kebutuhan utama masyarakat dalam kegiatan rumah tangga. Penggunaannya sudah dibagi oleh Pemerintah, produk subsidi untuk masyarakat kurang mampu dan sebaliknya untuk LPG non subsidi.

Namun, sayangnya masih banyak masyarakat yang belum tahu ataupun belum peduli terkait peruntukan LPG subsidi, sehingga mengakibatkan LPG subsidi ini masih banyak peruntukannya yang tidak tepat sasaran.

Baca Juga: Konversi Energi Kedua Republik Indonesia, Amanat Penderitaan Rakyat Madura

Berkaca dari permasalahan ini, Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus melalui Sales Area Ponorogo mencoba merancang inisiasi program yang dapat menjadi percontohan bagi masyarakat agar dapat mendorong penggunaan LPG tepat sasaran. Ponorogo salah satunya dikenal sebagai Kota Santri karena memiliki banyak pesantren, termasuk Pondok Pesantren Darussalam Gontor salah satu pondok pesantren yang terbesar di Indonesia. Pondok Pesantren Darussalam Gontor sendiri memiliki banyak bidang usaha dalam menjalankan aktivitas pesantren, mulai dari laundry, rumah sakit, pabrik roti dan minuman hingga dapur umum yang mana semua aktivitas ini menggunakan produk LPG.

Selama ini pesantren mengalami kesulitan dalam perolehan LPG, sehingga penggunaan LPG sesuai dengan ketersediaan dan terkadang masih sering menggunakan LPG subsidi 3 kg.

Melihat kondisi ini, sejalan dengan program pemerintah, Pertamina menawarkan program penetrasi LPG Bright Gas sebagai produk LPG non subsidi di Pondok Pesantren Gontor yang disamput baik oleh manajemen Pondon Pesantren Darussalam Gontor.

Dengan adanya program kerjasama ini, saat ini pesantren sudah memiliki outlet LPG non subsidi sendiri yang berada di area pondok pesantren sehingga pesantren tidak perlu lagi mencari LPG keluar, cukup menunggu agen mengantarkan ke outlet pesantren yang sudah tersedia. Hal ini sangat menguntungkan bagi pesantren karena tidak ada lagi biaya operasional yang muncul untuk mencari LPG keluar pesantren. Saat ini seluruh lini usaha pesantren sudah menggunakan LPG non subsidi Bright Gas.

Baca Juga: Polda Jatim Bongkar 66 Kasus Penyelewengan BBM & LPG, Negara Rugi Rp7,5 Miliar

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus, Ahad Rahedi menyampaikan, program kerjasama ini sudah diinisiasi sejak tahun lalu dan sudah sustain dalam memberikan dampak positif hingga saat ini.

“Dengan adanya keberadaan outlet, pesantren tidak hanya menggunakan LPG untuk aktivitas usaha pesantren tetapi juga menguntungkan dengan kesempatan melakukan penjualan LPG ke masyarakat sekitar. Pada awal inisiasi program, Pertamina telah memberikan sosialisasi kepada pesantren terkait penggunaan dan peruntukan LPG subsidi dan non subsidi sehingga membuka wawasan lebih kepada pesantren yang kemudian melahirkan komitmen pesantren menggunakan LPG non subsidi, dalam hal ini Bright Gas," ujar Ahad, dalam rilisnya Minggu (13/7/2025).

Senada dengan Pertamina, pengurus Pondok Pesantren Darussalam Gontor menyampaikan apresiasinya atas terjalinnya kerjasama ini.

Baca Juga: Harga Gas LPG Non Subsidi Naik, Permintaan Pasar di Tulungagung Stabil

"Sejak berjalannya program ini, kami sangat terbantu dalam pengadaan LPG dan pada akhirnya juga membuka wawasan kami terkait peruntukan LPG kepada yang berhak. Saat ini seluruh lini usaha pesantren sudah menggunakan LPG non subsidi, mulai dari ukuran 5,5 kg, 12 hingga 50 kg. Di sisi lain, alhamdulillah kami juga bisa membantu masyarakat untuk perolehan LPG melalui outlet kami yang tersedia di pesantren. Semoga kedepannya program kerjasama ini semakin berkembang baik untuk pesantren maupun Pertamina," ujar Dani Zakaria, pengurus Pondok Pesantren Darussalam Gontor.

Ahad menambahkan, saat ini program penetrasi LPG Bright Gas juga sudah direplikasi di salah satu pondok pesantren Ponorogo, yakni Pondok Pesantren Lirboyo dan selanjutnya akan dimasifkan lagi.

"Dengan adanya replikasi dengan sentralisasi pondok pesantren ini kami harapkan dapat menjadi salah satu upaya mendorong penggunaan LPG tepat sasaran bagi masyarakat, mari kita gunakan LPG sesuai peruntukan agar penggunaan LPG tepat sasaran sesuai dengan aturan pemerintah," tutup Ahad.

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.