Kamis, 18 Jun 2026 10:53 WIB

Musim Masuk Sekolah, Transaksi di Pegadaian Tulungagung Meningkat

  • Penulis :
  • | Jumat, 11 Jul 2025 10:55 WIB
Foto : Antrian di kantor pegadaian Tulungagung (Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)
Foto : Antrian di kantor pegadaian Tulungagung (Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)

jatimnow.com- Transaksi di Kantor Pegadaian Cabang Tulungagung mengalami peningkatan signifikan di bulan ini. Memasuki masuk sekolah banyak masyarakat yang membutuhkan uang untuk biaya pendidikan. Mereka menggadaikan barang berharga guna mencukupi kebutuhan tersebut. Omzet Pegadaian mengalami kenaikan hingga 20 persen.

Kepala Pegadaian Cabang Tulungagung, Zen Supriono mengatakan sejak pertengahan bulan Juni hingga awal Juli ini terjadi lonjakan transaksi. Setiap hari antrian masyarakat yang datang mencapai 150 orang. Jika biasanya setiap bulan omzet rata-rata Rp2,5 miliar, kini meningkat 20 persen menjadi Rp3 miliar.

Baca Juga: Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

“Cukup lumayan. Karena di bulan Juni sampai dengan Juli ini kunjungan nasabah cukup banyak. Omzet kita ada kenaikan sebesar 20 persen. Yang biasanya omzet di bulan-bulan itu rata-rata Rp2,5 miliar, kita bisa sampai dengan Rp3 miliar,” ujarnya, Jumat (11/7/2025)

Warga yang datang mayoritas membutuhkan dana untuk biaya pendidikan. Mereka menggadaikan barang berharga senilai antara Rp2 juta hingga Rp8 juta. Uang tersebut digunakan untuk berbagai keperluan pendidikan. Seperti biaya daftar ulang, pembelian seragam, perlengkapan sekolah, hingga pembayaran SPP.

Baca Juga: Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

“Tren uang yang mereka minta dan digadai ini bervariasi. Kita kan ada empat golongan: A, B, C, dan D. Itu kebanyakan di golongan B dan C. Perkiraan antara Rp2.000.000 sampai Rp8.000.000,” tuturnya.

Sebagian besar barang yang digadaikan berupa perhiasan dan logam mulia yang mendominasi hampir 90 persen dari total transaksi. Barang-barang tersebut mencakup cincin, kalung, batu permata, hingga logam mulia keluaran Antam.

Baca Juga: Asyik Nongkrong di Warung Kopi, Puluhan Pelajar di Tulungagung Terjaring Razia

“Paling banyak memang mereka menggadaikan untuk anak sekolah. Yang digadaikan kebanyakan hampir 90 persen perhiasan. Perhiasan, batu, kalung, cincin, dan sebagainya. Termasuk logam mulia juga banyak yang digadaikan di sini,” pungkasnya.

Editor : Bramanta
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.