Selasa, 16 Jun 2026 20:39 WIB

Bakteri Salmonella sp dan Enterobacter Sebabkan Keracunan Massal di Tulungagung

  • Penulis :
  • | Rabu, 02 Jul 2025 07:45 WIB
Sampel makanan yang menyebabkan keracunan massal. (Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)
Sampel makanan yang menyebabkan keracunan massal. (Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)

jatimnow.com- Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung merampungkan proses penelitian terhadap keracunan massal yang terjadi di Desa Wonorejo, Kecamatan Sumbergempol. Sebanyak 58 warga desa tersebut dilaporkan mengalami keracunan usai menyantap Program Makanan Tambahan (PMT) berupa nasi soto ayam, yang dibagikan dalam kegiatan Posyandu. Mereka mengeluhkan mual, pusing serta diare usai mengkonsumsi PMT tersebut.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung Desi Lusiana Wardani mengatakan sampel makanan yang dibagikan tersebut telah dilakukan pemeriksaan di laboratorium milik RSUD dr Iskak Tulungagung dan Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat (BBLKM) Surabaya. Hasilnya mereka menemukan makanan yang dikemas dalam mika plastik ini tercemar bakteri Salmonella sp dan Enterobacter.

Baca Juga: Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

"Semua makanan terkontaminasi bakteri tersebut kecuali bihun," ujarnya, Rabu (02/7/2025).

Petugas berupaya melakukan penelusuran untuk mengetahui asal muasal bakteri tersebut muncul. Mereka melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap penyedia makanan ini. Hasilnya tidak ditemukan adanya bakteri pada tukang masak di jasa penyedia makanan tersebut. Mereka menduga bakteri ini muncul karena faktor lingkungan.

"Kami menduga faktor kebersihan lingkungan menjadi penyebab terkontaminasinya makanan ini, karena yang masak tidak ditemukan adanya bakteri patogen," terangnya.

Baca Juga: Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

Pasca kejadian ini, pihak Dinas Kesehatan akan melakukan evaluasi terhadap pemberian PMT dalam kegiatan Posyandu. Mereka meminta penyedia jasa layanan PMT untuk selalu memperhatikan kebersihan lingkungan saat proses pembuatan. Menu yang disajikan juga harus memenuhi kebutuhan gizi yang telah ditetapkan. Anggaran untuk penyediaan PMT ini diambilkan dari desa.

"Jadi yang menyediakan dari pihak desa, tapi kami sudah memberikan contoh menu yang sesuai dengan takaran gizi yang dibutuhkan," pungkasnya.

Baca Juga: Asyik Nongkrong di Warung Kopi, Puluhan Pelajar di Tulungagung Terjaring Razia


Peristiwa keracunan ini terjadi pada Selasa (16/06/2025). Sebelumnya korban menyantap makanan PMT yang dibagikan dalam acara Posyandu pada Senin (15/06/2025). Setelah mengkonsumsi makanan tersebut mereka mulai merasakan mual, pusing dan diare keesokan harinya. Dari 68 warga yang menyantap makanan PMT ini, sebanyak 58 diantaranya mengalami keracunan.

 

Editor : Bramanta
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.