Jumat, 19 Jun 2026 09:41 WIB

Proyek Tahun 2024 Sebagian Baru Terbayar, BPKP Jatim Bakal Lihat Kontrak Kerja

Sejumlah pekerjaan proyek melaksanakan pekerjaan di Kabupaten Pamekasan. (Foto: Fathor Rahman/jatimnow.com)
Sejumlah pekerjaan proyek melaksanakan pekerjaan di Kabupaten Pamekasan. (Foto: Fathor Rahman/jatimnow.com)

jatimnow.com - Gegara gagal dalam perencanaan, Pemerintah Kabupaten Pamekasan mengalami defisit anggaran sebesar Rp85 miliar. BPKP Jawa Timur akan melihat kontrak kerja pekerjaan fisik tahun 2024 yang akan terbayar tahun ini.

Informasi yang dihimpun jatimnow.com, anggaran fisik yang tidak terbayar tersebar di beberapa kantor dinas. Sementara pekerjaan sudah selesai 100 persen dilakukan oleh rekanan kontraktor. Baik pekerjaan fisik kontraktual maupun non kontraktual.

Baca Juga: Kantin RSUD Smart Pamekasan Terbakar, Pengunjung dan Pasien Berhamburan Keluar

Para kontraktor melaksanakan pekerjaan 100 persen setelah keluarnya surat perintah kerja (SPK) dari dinas. Namun anggaran tidak dicairkan oleh Pemkab Pamekasan. Meskipun sebagian baru terbayar tahun ini.

Humas Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Jawa Timur, Bima mengatakan pihaknya hanya bisa mengaudit anggaran yang sudah dicairkan. 

"Kalau tidak ada pembayaran seharusnya tidak dikerjakan mas. Kami akan melihat kontrak kerja," katanya, Rabu (21/5/2025).

Pihaknya menyampaikan, biasanya pengawas akan menilai progres persentase penyelesaian untuk diajukan pembayaran. Sehingga dalam tahap pembayaran disesuaikan dengan penilaian pengawas.

Pihaknya menegaskan, jika BPK akan melakukan pemeriksaan berdasarkan pencairan anggaran. Sebab setiap pekerjaan akan dilihat dari proses pencairan. 

Baca Juga: Proyek Stadion Surajaya dan JLU Lamongan Diharap Rampung Bersamaan

"Kalau tidak ada pembayaran bagaimana diketahui ada pekerjaan fisik atau proyek," katanya.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) Kabupaten Pamekasan, Muharram membenarkan adanya penundaan pembayaran proyek fisik. Dia mengaku ada kegagalan dalam perencanaan.

"PAD yang ditargetkan 400 jutaan ternyata hanya tercapai 50 persen. Termasuk dampak dari transfer pusat yang tidak lancar," katanya.

Baca Juga: Viral, Puluhan Anak TK Pamekasan Kenakan Baju Paslon 2 dan Nyanyikan Yel-yel

Dia mengaku tidak ada perubahan dengan kontrak kerja setiap pekerjaan. Sehingga proyek yang sudah dikerjakan tahun 2024 baru terbayar tahun ini.

Terpisah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pamekasan, Mohamad Alwi mengatakan penundaan pembayaran tidak ada masalah. Sebab sudah direvisi oleh inspektorat. 

"Masalah ini tidak hanya terjadi di kita. BPJS juga dibayar tahun 2025. Semoga tidak terjadi lagi," katanya.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.