Minggu, 14 Jun 2026 12:48 WIB

2.000 Siswa di Tulungagung Pilih Putus Sekolah, Ini Faktornya

Kepala Dinas Pendidikan Tulungagung, Rahadian Puspita Bintara (foto: Bramanta/jatimnow.com)
Kepala Dinas Pendidikan Tulungagung, Rahadian Puspita Bintara (foto: Bramanta/jatimnow.com)

jatimnow.com - Masalah anak putus sekolah masih menjadi tantangan serius di Kabupaten Tulungagung. 

Data terbaru menyebutkan terdapat sekitar 2.000 anak, terutama di jenjang SMP dan SMA harus putus sekolah dan tidak lagi melanjutkan pendidikan formal. 

Baca Juga: Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

Pihak Pemkab sendiri berencana membentuk tim khusus untuk menangani masalah ini. Tak hanya melakukan pendataan, tim ini juga akan berupaya mencari solusi.

Kepala Dinas Pendidikan Tulungagung, Rahadian Puspita Bintara mengatakan, pihaknya bakal membentuk membentuk tim khusus yang fokus menangani persoalan anak putus sekolah. 

Tim ini nantinya tak hanya melakukan pendataan saja, namun juga menawarkan solusi konkret berupa pendidikan alternatif, seperti program kejar paket A, B, dan C. 

"Anak-anak yang sudah tidak sekolah kami dorong ikut program kejar paket. Sistem belajarnya fleksibel, bisa disesuaikan dengan waktu mereka, termasuk bagi yang sudah bekerja," ujarnya, Kamis (15/05/2025)

Baca Juga: Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

Menurutnya, penyebab utama banyaknya anak putus sekolah di Tulungagung adalah faktor ekonomi. Banyak dari mereka yang harus membantu orang tua mencari nafkah. 

Selain itu, ada juga segelintir kasus kenakalan remaja, meski angkanya tak signifikan. Dinas Pendidikan sendiri bakal menggandeng banyak pihak, mulai dari pemerintah desa, Dinas Sosial, hingga sekolah, agar tiap anak bisa mendapatkan akses kembali ke dunia pendidikan. 

"Kalau masalahnya ekonomi, kami akan libatkan Dinas Sosial dan lembaga lain untuk bantu mencarikan solusi. Yang penting, anak-anak ini tetap bisa mengenyam pendidikan dan tidak kehilangan hak belajarnya," tegas Pipit.

Baca Juga: Asyik Nongkrong di Warung Kopi, Puluhan Pelajar di Tulungagung Terjaring Razia

Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang Pemkab Tulungagung dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan rata-rata lama sekolah.

Diharapkan, dengan kerja sama lintas sektor dan semangat gotong royong, tidak ada lagi anak Tulungagung yang tertinggal dari pendidikan hanya karena keadaan. 

"Masalah ini jadi prioritas utama kami, apalagi pemerintah pusat sudah menggalakkan program wajib belajar 13 tahun. Maka dari itu, kami bentuk tim khusus untuk menjangkau dan mendampingi anak-anak yang putus sekolah," pungkasnya. 

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.