Senin, 15 Jun 2026 12:05 WIB

Korban Pencabulan di Ponpes Tulungagung Bertambah 1 Anak

Kapolres Tulungagung, AKBP Taat Resdi. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)
Kapolres Tulungagung, AKBP Taat Resdi. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)

jatimnow.com - Satreskrim Polres Tulungagung masih terus melakukan penyidikan terkait kasus pencabulan di sebuah pondok pesantren, yang dilakukan oleh AIA (26) warga Sumatera Selatan. Dari hasil penyidikan terdapat 1 tambahan korban.

Total terdapat 13 santri yang menjadi korban pencabulan tersangka. Salah satu korban bahkan di sodomi oleh tersangka yang merupakan bapak kamar di pondok pesantren tersebut.

Baca Juga: Jargas PGN Pasok Energi untuk 15 Ribu Santri Pesantren Dalwa

Kapolres Tulungagung, AKBP Taat Resdi mengatakan dari total 13 korban ini, sebanyak 5 anak berhasil menghindar. Sedangkan 8 korban dipaksa menuruti hawa nafsu tersangka. Korban rata-rata masih berusia antara 8-12 tahun. Selama proses pemeriksaan berlangsung, korban didampingi oleh Unit Layanan Terpadu Perlindungan Sosial Anak Integratif Pemkab setempat.
"Korban juga mendapat pendampingan psikologis dari lembaga tersebut," ujarnya, Selasa (6/5/2025).

Dari hasil pemeriksaan tersangka sebenarnya hanya bertangung jawab terhadap satu kamar di pondok pesantren ini. Tiap kamar berisi 5-6 anak. Seluruh anak yang menjadi tangung jawab tersangka selaku bapak kamar menjadi korban. Selain itu beberapa korban juga berasal dari kamar lain.

Baca Juga: Sasar Lansia, Residivis Jambret Asal Malang ditangkap Polisi Tulungagung

"Jadi korban tidak hanya berasal dari satu kamar, tapi ada juga dari kamar lain," tuturnya.

Tersangka juga menjalani proses pemeriksaan psikologi yang dilakukan tim psikologi forensik Polda Jatim. Proses ini membutuhkan waktu selama seminggu dan hingga kini belum keluar hasilnya.

Baca Juga: Satlantas Polres Tulungagung Tilang Truk Besar yang Nekat Masuk Jalur Alternatif

Polisi membutuhkan pemeriksaan ini untuk mengetahui apakah tersangka mengalami gangguan kejiwaan atau tidak. Hasil pemeriksaan psikologi ini juga untuk menguatkan penuntutan.

"Hasilnya belum keluar, nanti kalau sudah keluar pasti kita sampaikan," pungkasnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.