Jumat, 19 Jun 2026 20:46 WIB

Penyebab Keracunan Massal di Mojokerto Masih Belum Terungkap

Petugas Puskesmas Gondang saat mengambil sample air sumur warga Dusun Sukomangu, Desa Karangkuten, Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto.
Petugas Puskesmas Gondang saat mengambil sample air sumur warga Dusun Sukomangu, Desa Karangkuten, Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto.

jatimnow.com - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mojokerto terus melakukan penyelidikan penyebab keracunan masal di Dusun Sukomangu, Desa Karangkuten, Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto.

Sejumlah petugas dari Puskesmas Gondang mengambil sample air sumur warga untuk dibawa ke Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Mojokerto.

Abdul Rozak, Petugas Puskesmas Gondang mengatakan, sejak Senin (08/10/2018) pagi, pihaknya berkeliling ke rumah warga yang lokasinya berdekatan dengan lokasi memasak makanan untuk hajatan pada Kamis, (04/10/2018) sore.

"Lokasi masaknya kan di rumah pak Ali Mustofa, mulai dari rumah pak Ali, kami berkeliling ke rumah-rumah sekitar kediaman pak Ali untuk ambil sample air sumur," ujarnya.

Sedikitnya ada 10 titik sumur warga yang airnya diambil untuk dijadikan sample untuk mengetahui kandungan bakteri dalam air sumur warga tersebut.

"Dari masing-masing titik, kami ambil sample air sebanyak satu botol ukuran kurang lebih 250 mililiter. Setelah ini kami bawa ke Labkesda Mojokerto untuk dicek seberapa banyak kandungan bakterinya," terangnya.

Disinggung soal hasil penecekan laboratorium sisa makanan yang dimakan warga, sayangnya Rozak masih belum bisa menyampaikan karena hasil laboratorium belum juga keluar.

"Kalau soal hasil cek makan kami masih belum tahu. Karena hasil lab diperkirakan baru keluar sekitar satu minggu," pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, kejadian keracunan massal terjadi pada 77 warga Dusun Sukomangu, Desa Karangkuten, Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto pada Kamis, (04/10/2018) malam.

Keracunan massal itu terjadi usai warga memakan nasi hajatan rutin yang berlangsung di rumah salah satu warga. 77 warga sempat dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.

Baca Juga: Satu Menu Janggal Penyebab 200 Siswa di Surabaya Keracunan MBG

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.