Jumat, 19 Jun 2026 23:15 WIB

Potret Sekolah Rusak di Lamongan, Siswa Belajar di Musala

Sekolah rusak di SDN 2 Balongwangi Lamongan terbengkalai karena tidak mendapat penanganan. (Foto: Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)
Sekolah rusak di SDN 2 Balongwangi Lamongan terbengkalai karena tidak mendapat penanganan. (Foto: Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)

jatimnow.com - Di tengah suka cita peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2025, masih ada potret memilukan dalam proses belajar mengajar yang jauh dari kata layak.

Hal itu terasa dibenak guru dan pelajar di SDN 2 Balongwangi, Kecamatan Tikung, Lamongan. Tiga ruang kelas ini roboh dan belum mendapat penanganan renovasi.

Baca Juga: Dorong Produktivitas, Petani Lamongan Terima Bantuan Alat dan Mesin Pertanian

Diketahui bahwa pada Minggu (16/3/2025) lalu empat gedung SDN 2 Balongwangi rusak, atap bangunan roboh di antaranya ruangan guru dan tiga ruang kelas. Namun, hingga kini ruang kelas tersebut tak mendapat perbaikan dan proses belajar mengajar dipindah ke musholla.

Kepala Sekolah SD Negeri 2 Balongwangi, Lilik Suliati menuturkan siswa kelas satu dipindahkan ke Musola, sementara tiga lokal yang tersisa di gedung sebelah barat digunakan untuk menampung siswa dari kelas lainnya.

Untuk menjaga keamanan, pihak sekolah terpaksa membatasi area bermain siswa dengan menggunakan bangku, kursi, dan meja sebagai penghalang, sehingga anak-anak dapat belajar dengan cara lesehan.

"Kami segera melaporkan kejadian ini kepada Dinas Pendidikan dan Kepala Desa. Pagi harinya, pihak dinas dan pemerintah kecamatan serta kabupaten langsung menuju lokasi untuk melakukan survei dan membantu menyelamatkan barang-barang penting, seperti buku induk dan rapor," katanya, Jumat (2/5/2025).

Meskipun beberapa barang dapat diselamatkan, kondisi ruang kelas yang rusak membuat proses belajar mengajar menjadi tidak optimal.

"Kami berharap agar gedung sekolah kami segera dibangun kembali. Meskipun jumlah siswa kami tidak banyak, mereka tetap membutuhkan tempat belajar yang nyaman dan aman," tuturnya.

Baca Juga: Venue Kejurprov X Biliar Jatim di Lamongan Dipindah, Ini Alasannya

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan Munif Syarif menjelaskan bahwa kondisi gedung sekolah tersebut memang sudah rapuh dan tidak mampu bertahan saat diterpa angin dan hujan. Ia menambahkan bahwa sekitar 30�ri total sekolah di wilayahnya mengalami kerusakan berat.

“Setelah kejadian tersebut, kami segera mengambil langkah cepat untuk melakukan pembersihan dan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait, termasuk Kepala Desa dan tokoh masyarakat setempat. Meskipun kondisi gedung tidak ideal, kami berusaha agar proses pembelajaran tetap dapat berjalan dengan memanfaatkan ruang yang ada,” katanya.

Munif juga menambahkan bahwa pihaknya telah melaporkan kondisi ini kepada Bupati Lamongan dan Sekretaris Daerah, serta mengusulkan penanganan khusus kepada pemerintah pusat.

“Kami berharap ada perhatian dari pemerintah untuk melakukan renovasi gedung-gedung yang rusak. Kami sudah mengusulkan kondisi ini, dan mudah-mudahan ada tindak lanjut yang cepat,” jelasnya dalam pertemuan dengan Menteri Pendidikan yang berlangsung di Lamongan.

Baca Juga: Gus Iqdam Sebut Mahasiswa Tak Cukup Hanya Pintar, Harus Dekengan Pusat

“Kami juga menyoroti masalah fasilitas sanitasi, termasuk toilet sekolah yang menjadi perhatian khusus," tambahnya.

Munif berharap program renovasi yang dipimpin oleh Presiden Prabowo dapat segera direalisasikan, sehingga kondisi sarana dan prasarana pendidikan di Kabupaten Lamongan dapat ditingkatkan. Ia menjelaskan telah menganggarkan perbaikan toilet di beberapa sekolah, dengan prioritas satu kecamatan satu sekolah.

“Kami berkomitmen untuk memastikan bahwa setiap anak mendapatkan akses pendidikan yang layak dan aman,” tutupnya.

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.